Categories: NewsParlemen

Legislator PKS Jadi Tersangka, BK DPRD Makassar; Ustadz Tidak Salah

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Makassar angkat bicara soal keterlibatan salah satu anggota DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso dari fraksi PKS. dalam kasus pengambilan jenazah pasien covid-19 di RSUD Daya beberapa waktu lalu. 

Ketua BK Zaenal Beta mengungkapkan jika pihaknya pihaknya mendalami kasus yang menjerat anggota fraksi PKS sebelum mengambil keputusan termasuk akan menggelar rapat bersama dengan pihak RSUD Daya Makassar dan pimpinan DPRD Makassar.

“Kita akan buat keputusan setelah kami pelajari persoalan yang menjerat Andi Hadi Ibrahim Baso. Tentu juga saya kira pimpinan DPRD akan menyiapkan bantuan hukum kepada Ustadz Hadi,” kata Zaenal saat ditemui di gedung DPRD Makassar, Jumat 17 Juli 2020

Politisi Partai Amanat Nasional )PAN) Kota Makassar tersebut juga menegaskan jika rekan sejawatnya tidak bersalah dalam kasus tersebut, apalagi menurutnya Ustadz Hadi telah menjalani proses pemeriksaan untuk dimintai keterangan kronologi kejadian kasus tersebut di Badan kehormatan DPRD Makassar beberapa waktu yang lalu.

“Tuduhannya ini pengambilan paksa kita sudah periksa tidak ada pengambilan paksa,” ucapnya.

Bahkan BK juga telah meminta keterangan pihak keluarga ALmarhum yang untuk dimintai keterangan dan mendengarkan kronologis sehingga Andi Hadi menjamin pengambilan jenazah pasien PDP corona.

“Kita sementara masih mau rapat untuk memanggil Direktur RSUD Daya dan wakilnya, dua-dua kita panggil,” katanya.

“BK ini kan ada tata cara berperkara. BK ini adapi anggota DPRD yang dirugikan kemudian melapor baru kita proses, tapi karena kerasnya itu (pemberitaan) maka kita minta klarifikasi Ustadz Hadi dengan kasus yang dia hadapi,” kata Legislator PAN Makassar ini.

Diketahui hari ini, Ustadz Hadi sedang menjalani pemeriksaan di Polrestabes Makassar. Terbukti pada saat rapat Paripurna digelar ia tidak hadir.

“Ustadz Hadi sedang di BAP di Polrestabes dengan posisi kasus tersangka. Mari bersama-sama mendoakan beliau agar proses berjalan dengan baik. Kami mengikuti proses hukum yang berlaku namun disini ada sisi kemanusian,” pesan Ketua DPD PKS Makassar, Anwar Faruq dalam rapat Paripurna.

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) sebelumnya telah menetapkan Hadi Ibrahim sebagai tersangka dalam kasus pengambilan jenazah pasien Covid-19 di RSUD Daya Makassar, pada Juni 2020 lalu.

Dalam kasus ini, legislator PKS tersebut dijerat pasal 214, ayat (1), 335, 336, 55 KUHPidana Juncto Pasal 93 UU karantina kesehatan nomor 6 tahun 2018 dengan ancaman 7 tahun penjara.(Rin)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

Saksikan Peresmian KDKMP oleh Presiden Prabowo, Bupati Sidrap Tegaskan Dukungan Penuh

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) menghadiri peresmian pengoperasian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…

3 jam ago

Pemkot Makassar Tegaskan Isu Anggaran Rp10 Miliar Makan Minum Wali Kota adalah Hoaks

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait…

3 jam ago

Bunda Forum Anak Dorong Generasi Penerus Jadi Pelopor Perubahan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bunda Forum Anak Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka secara resmi kegiatan Pemilihan…

7 jam ago

Sulsel Matangkan Persiapan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) terus…

7 jam ago

Kawal Penuh Porsenijar 2026, Bupati Sidrap Targetkan Tuntas dan Sukses

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Sidrap…

9 jam ago

Wali Kota dan Kapolrestabes Makassar Resmikan SPPG Tallo 1, Layani 10 Sekolah

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana…

10 jam ago

This website uses cookies.