TROTOAR.ID, MAKASSAR — Ratusan emak-emak yang berasal dari Pulau Sangkarrang, kota Makassar mendesak Nurdin Abdullah untuk menghentikan aktivitas Pertambangan pasir laut di wilayah Sangkkarang.
Aksi par emak-emak tersebut dilakukan di rumah Jabatan Gubernur Sulsel dan merupakan sejarah pertama masyarakat menggelar unjuk rasa di depan rumah Jabatan Gubernur.
Aksi kalangan Ibu rumah tangga tersebut untuk meminta kepada perusahaan Penambang Pasir laut, PT Bokalis, serta menagih janji Gubernur Sulsel yang belum terealisasi.
Baca Juga :
“Kami sudah bosan dijanji, kami mau agar Gubernur menepati janjinya menghentikan operasional kapal penambang pasir laut di sekitar pulau sangkarrang, ” Kata Risma Koordinator unjuk rasa
Unjuk rasa yang berjalan damai dan tertib tersebut mengundang perhatian pengguna jalan Sudirman, Sungai Tangka dan Sungai Saddang yang melihat aksi emak-emak nelayan menagih janji Gubernur yang tak kunjung ditepati
Mereka pun menyampaikan jika mereka sudah bisa dengan janji-janji Gubernur, hingga dia meminta agar pemerintah provinsi bisa menghentikan operasional kapal yang mengganggu mata pencaharian mereka sebagai nelayan
“Kami tidak butuh janji lagi, Kami ingin hidup, hentikan pengoperasian kapal pengeruk pasir laut, ” Kata Rosma
Sehingga beberapa perwakilan aksi diajak untuk menyampaikan aspirasinya di dalam rumah jabatan, meskipun mereka cuma ditemui urusan gubernur.
Dan dari hasil pertemuan ada dua poin yang disepakati bersama antara pengunjuk rasa dan pemprov Sulsel termasuk meminta penghentian kapal pengeruk pasir laut, dan Gubernur berjanji akan menemui masyarakat nelayan yang berada di pulau kodingareng kecamatan Sangkarrang
Hasil dari pertemuan perwakilan tersebut menghasilkan dua poin pokok. Pertama, aspirasi masyarakat terkait permintaan penghentian tambang pasir sudah disampaikan ke Gubernur. Kedua, Gubernur akan menemui masyarakat nelayan Kodingareng Lompo setelah kunjungan dari Luwu Utara.
Perempuan nelayan berharap agar Gubernur Sulawesi Selatan datang ke pulau dan berdialog langsung dengan mereka. Jika tidak, mereka akan melakukan aksi lanjutan.(***)




Komentar