Mangkrak, Jembatan Bialo Terancam Tak Jadi Ikon Peninggalan Sukri-Tomy

Suriadi
Suriadi

Rabu, 26 Agustus 2020 16:30

Mangkrak, Jembatan Bialo Terancam Tak Jadi Ikon Peninggalan Sukri-Tomy

TROTOAR.ID, BULUKUMBA – Jembatan muara Sungai Bialo di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipastikan tak rampung di masa pemerintahan AM Sukri Sappewali-Tomy Satria Yulianto (Sukri-Tomy).

Padahal proyek tersebut digadang-gadang bakal menjadi bangunan monumental peninggalan Sukri-Tomy.

Anggota Komisi C DPRD Bulukumba, Pasakai, Selasa (25/8/2020), menjelaskan, seharusnya pembangunan jembatan kembali dianggarkan tahun ini.

Hanya saja karena bertepatan dengan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sehingga anggarannya dialihkan.

Menurut Pasakai, anggaran yang seharusnya digelontorkan untuk pembangunan jembatan, yakni sebesar Rp30 Miliar.

“Tidak bisa selesai. Yang terakhir ini kan ada anggarannya, tapi karena covid jadi anggarannya dialihkan,” jelas Pasakai.

Meskipun dianggarkan, lanjut Pasakai, anggaran Rp30 miliar tersebut belum termasuk pembangunan jalannya. Juga belum termasuk pembangunan tanggul.

“Kita mau kalau itu jadi, jalan dan jembatannya, tanggulnya juga jadi. Tapi itu tidak bisa,” jelas Legislator PKS ini.

Sekadar diketahui, jembatan tersebut mulai dibangun sejak tahun 2017, dengan anggaran Rp10,5 miliar untuk pembangunan pondasi jembatan.

Kemudian dalam prosesnya, pembangunan jembatan yang bakal menghubungkan Kampong Nipa ke Jalan Menara tersebut, sempat ditunda.

Penundaan pembangunan jembatan diduga karena terkena dampak rasionalisasi anggaran akibat defisit yang menimpa keuangan Bulukumba saat itu.

Polisi juga sempat menelusuri adanya dugaan kekurangan volume dalam proses pembangunan jembatan tersebut.

Komisi C DPRD Bulukumba juga telah melakukan peninjauan di lokasi pembangunan.

Mereka menilai pembangunan lanjutan Jembatan Bialo masih membutuhkan pola perbaikan perencanaan.

Di mana beberapa aspek yang berpotensi mengganggu bangunan jembatan tidak dipikirkan pemerintah, salah satunya antisipasi terjadinya abrasi dan status lahan yang telah dibangun badan jembatan.

“Jembatan Bialo bisa dilanjutkan asalkan sistem perencanaannya bisa dibenahi kembali. DPRD akan support asalkan perencanaan yang dilakukan bisa lebih baik dan tidak terkesan asal kerja,” kata Legislator PDIP Bulukumba Zulkifli Saiye, saat melakukan kunjungan November 2019 lalu. (**)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah04 Mei 2026 15:44
Bupati Luwu Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Spirit Memuliakan Manusia Melalui Pendidikan
LUWU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Lapangan Andi Djemma, B...
Politik04 Mei 2026 15:39
Munafri ke Jakarta Temui Bahlil, Sinyal Kuat Jelang Musda Golkar Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dikabarkan bertolak ke Jakarta untuk memenuhi undangan Ketua Umu...
Daerah04 Mei 2026 15:35
Wabup Luwu Tinjau Pengaspalan Jalan Poros Bolong–Lamasi, Target Rampung Sehari
LUWU, Trotoar.id— Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, meninjau langsung proses pengaspalan jalan poros Bolong–Lamasi yang berada di Desa ...
Metro04 Mei 2026 15:32
Pansus LKPJ DPRD Makassar Tunda Pembahasan, OPD Diminta Serahkan Data Lebih Awal
MAKASSAR, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Makassar menunda pembahasan LKPJ Wali Kota Mak...