Pemkot Makassarv

Tanpa Penertiban, Warga Tamalanrea Bongkar Mandiri 6 Lapak di Atas Drainase

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 04 Mei 2026 15:11

Tanpa Penertiban, Warga Tamalanrea Bongkar Mandiri 6 Lapak di Atas Drainase

MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya penataan kota di Makassar tak melulu bergantung pada penertiban pemerintah. Di Kecamatan Tamalanrea, kesadaran warga justru menjadi motor perubahan.

Di wilayah RW 05 Tamala’lang, Kelurahan Parangloe, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) secara sukarela membongkar lapak yang selama ini berdiri di atas saluran drainase.

Langkah ini dilakukan tanpa menunggu tindakan penertiban dari pemerintah.

Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, mengungkapkan terdapat enam kios yang dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. Bangunan tersebut diketahui telah berdiri lebih dari 10 tahun di atas fasilitas umum.

“Kurang lebih ada enam kios yang dibongkar mandiri oleh pemiliknya, dan itu sudah berdiri lebih dari satu dekade di atas saluran drainase,” ujar Andi Patiroi, Senin (4/5/2026).

Ia mengapresiasi langkah warga tersebut sebagai bentuk kesadaran kolektif dalam mendukung penataan kota yang lebih tertib, bersih, dan estetis.

Menurutnya, pembongkaran lapak tidak hanya berdampak pada keindahan kawasan, tetapi juga mengembalikan fungsi vital drainase yang sebelumnya tertutup bangunan.

Kondisi ini diharapkan dapat memperlancar aliran air serta meminimalisir potensi genangan dan banjir.

Selain itu, ruang pedestrian yang sempat terpakai untuk aktivitas usaha kini kembali dapat dimanfaatkan oleh pejalan kaki.

“Ini menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara warga dan pemerintah bisa berjalan dengan baik dalam menjaga kota,” katanya.

Andi menegaskan, Pemerintah Kecamatan Tamalanrea terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam penataan wilayah.

Edukasi kepada masyarakat dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran tumbuh tanpa harus melalui penertiban paksa.

“Kami terus melakukan pendekatan dan edukasi di titik-titik lain. Harapannya, masyarakat memahami bahwa ini untuk kepentingan bersama, bukan semata penertiban,” jelasnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Langkah pembongkaran mandiri ini pun diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Makassar dalam mendukung penataan ruang yang lebih tertib, bebas dari penyumbatan drainase, serta ramah bagi seluruh pengguna ruang publik.

“Kami berkomitmen menjaga fungsi fasilitas umum sekaligus mewujudkan wajah kota yang lebih nyaman,” tutupnya. (*)

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Metro04 Mei 2026 15:14
Pengamat: Pemerintahan Munafri–Aliyah Efektif, Kinerja Diakui Nasional dan Kepuasan Publik Tinggi
MAKASSAR, Trotoar.id — Kinerja Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (...
Daerah04 Mei 2026 15:08
Pemkab, Kadin, dan Perseroda Bulukumba Teken MoU, Perkuat Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah
BULUKUMBA, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya ...
Politik04 Mei 2026 14:50
DPP Demokrat Akui Belum Terima Surat Pengunduran Diri Aliyah Mustika Ilham
MAKASSAR, Trotoar.id — Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memastikan belum m...
Daerah03 Mei 2026 20:48
Bupati Sidrap Apresiasi Peran Gemes Squad dalam Memajukan Ekonomi Kreatif Lokal
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary) ke-5 Gemes Squad di La...