Hendak Aksi Tolak Otsus Jilid II di Makassar, Massa FSPRP Direpresi Oleh Ormas

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 25 September 2020 16:55

Hendak Aksi Tolak Otsus Jilid II di Makassar, Massa FSPRP Direpresi Oleh Ormas

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Humas Aliansi Forum Solidaritas Peduli Rakyat Papua (FSPRP), Anton Boma mangatakan, pada Jumat, 25 September 2020 malam, Asrama Mahasiswa Papua telah didatangi Intel Polrestabes Makassar guna meminta aksi ditunda atau ditiadakan.

Massa aksi demostrasi damai mulai berkumpul di Asrama Papua Makassar, pada pukul 07.10 Wita, “Saat itu telah ada beberapa orang tak dikenal dan juga Intel berpakaian preman di sekitar Asrama Papua,” kata Anton Boma.

IMG 20200925 WA0004

Sekitar pukul 08:30 Wita, datang juga polisi berseragam lengkap dan beberapa Brimob, “Setelah masa aksi berkumpul, aksi dimulai pada pukul 09:30 Wita, masa aksi mulai keluar dari titik aksi. Namun sempat dihadang tepat di depan pagar Asrama Papua dengan cara menutup pintu pagar oleh kurang lebih lima Intel berpakainan preman,” jelasnya.

Sekitar 09.40 Wita, Marko selaku Kordinator Lapangan memberikan arahan kepada massa aksinya untuk tetap melanjutkan menuju ke jalan raya di depan asramanya di jalan Lanto Dg Pasewang menuju titik aksi yaitu Monumen Mandala.

“Saat berjalan sekitar pukul 09.45 Wita, terjadi pelemparan batu dari arah belakang dan mengenai salah satu orang masa aksi. Lalu, pukul 09.55 Wita mulai dihadang oleh satu orang anggota Ormas,” kata Marko.

Setelah itu banyak anggota Ormas yang meneriakkan yel-yel “NKRI Harga Mati”. Setelah itu, ujar Marko, massa aksi diserang dari berbagai sisi hingga mundur dan sempat terbagi menjadi dua kelompok.

“Setelah itu saya ditarik dan dipukul menggunakan helm, dipelipis kanan sobek darah lalu terjadi aksi saling dorong. Kami kembali bersatu lalu masih didorong oleh pihak Ormas sempat ada pembicaran dari pihak keamanan, hingga terjadi pelecehan terhadap dua masa aksi perempuan,” terang Marko.

IMG 20200925 WA0003

Setelah itu masa aksi melakukan orasi di dalam pagar asramanya hingga membacakan pernyataan sikap sekitar pukul, 10:40 Wita.

Humas Aliansi juga menjelaskan terkait jumlah korban dengan inisial masing-masing, MP (21) luka bagian pelipis mata kanan dan bagian siku kiri membiru. BN (19) tangannya bengkak, luka di bagian jari manis, dan baju robek, “HP-nya jenis Oppo diambil juga,” kata Anton Boma.

Yelfin (18) ada goresan samping kanan wajahnya, PB (22) lecet di bagian lehernya. “Sedangkan WK (20) terjadi pelecehan di bagian payudaranya disentuh dan ditarik,” ungkanya.

AG (20) luka di bawah mata kanan dan luka bagian telinga kanan, “Barangnya yang diambil, HP Oppo, Topi BK, Sendal. DW (20) terjadi pelecehan di bagian payudara, I (22) luka goresan di samping leher kirinya, Mandela (25) terkena lemparan batu di kaki sebelah kirinya dari arah belakang,” jelasnya.

Aston Boma menambahkan bahwa mahasiswa Papua yang ada di Makassar menolak sepenuhnya perpanjangan Otonomi Khusus (Otsus) jilid II ini.

“Segara kembalikan kepada rakyat Papua untuk memilih dan menentukan nasibnya sendiri sebagai langkah demokratik,” terangnya.

Ia juga mendukung suara 1,8 juta rakyat Papua yang telah menandatangani petisi pada tahun 2017 yang meminta supervisi internasional dalam penentuan nasib sendiri melalui referendum.

“Bila petisi ini tidak ditanggapi maka kami akan melakukan mogok sipil nasional di seluruh wilayah Papua,” tegas Aston Boma.

Sesuai pantauan Jurnalis Trotoar, ruas jalan Lanto Dg Pasewang tepat di Halaman Asrama Mahasiswa Papua ditutup sementara oleh petugas kepolisian, sembari terus berjaga-jaga.

IMG 20200925 WA0011 1

Tak lama setelah itu, sejumlah aktivis FSPRP bersama sejumlah aktivis mahasiswa mendatangi kantor LBH Makassar di jalan Pelita Raya 6, Rappocini, guna melakukan pelaporan atas represifitas yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua, Jumat, (25/9).

“Mereka melapor karena dipukuli oleh Ormas, dilarang Demo, dan pada saat itu Polisi membiarkan Ormas melakukan kekerasan,” kata Kepala Divisi Hak Sipil dan Politik LBH Makassar, Abdul Azis Dumpa.

Mengenai langkah yang akan ditempuh kedepannya belum bisa disimpulkan, kata dia, karena sementara ini masih dalam proses wawancara oleh tim LBH Makassar kepada sejumlah mahasiswa Papua. (Alam)

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional02 September 2026 02:06
Pangdam XIV/Hasanuddin Tenangkan Istri Prajurit, Rumahnya Dilalap Si Jago Merah di Asrama TNI Mattoangin
MAKASSAR, Trotoar.id — Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat tempat pulang yang dibangun dengan susah payah, tiba-tiba berubah menjadi bar...
Metro01 September 2026 19:45
Raih 44 Emas, Sulsel Juara Umum Kejurnas Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Kontingen Pengurus Daerah (Pengda) Karate-Do Gojukai Indonesia Sulawesi Selatan tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional ...
Olahraga01 September 2026 18:41
Piala Gubernur Sulsel 2026 Bergulir, Enrekang-Bone-Jeneponto Buka Turnamen dengan Kemenangan Telak
MAKASSAR, Trotoar.id— Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 resmi bergulir serentak di empat zona regional. Pada laga pembuka, Enrekang, Bone, dan Je...
Metro01 September 2026 17:36
Gerak Bersama PKK, Sulsel Perkuat Koperasi untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga
MAKASSAR, Trotoar.id— Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Koperasi dan UKM Sulsel memperkuat kapasitas pengurus Koperasi PKK s...