Makassar, Trotoar.id – Aksi demonstrasi penolakan pengesahan UU Cilaka Omnibus Law dari berbagai elemen mahasiswa dan buruh sedang berlangsung di Kota Makassar.
Sekitar 5000 massa terlihat memadati jalan Urip Sumohardjo dan membentangkan spanduk yang bertuliskan, “Turunkan Jokowi” serta “Cabut Omnibus Law” dan “Mosi Tidak Percaya”.
Hal tersebut dikarenakan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) Omnibus Law yang telah disahkan pemerintah lewat DPR RI telah mencederai hati rakyat khususnya buruh.
Baca Juga :
“Semua masalah ini bersumber dari rezim oligarki yang tidak berpihak kepada kami yang di bawah, “cetus Anwar dari Aliansi Mahasiswa Makassar.

Untuk itu mahasiswa mendesak pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin untuk mencabut kembali UU Cilaka Omnibus Law.
“Kami menolak omnibus law sepenuhnya, tidak ada negosiasi, intinya negara harus mencabut Undang-undang itu sekarang juga, “tegas Anwar.

Anwar juga mengatakan bahwa wajah rezim hari ini benar-benar bobrok dengan hadirnya berbagai regulasi yang tak pro rakyat yang sebaliknya menguntungkan penguasa.
“KPK dilemahkan, tanah air diobral ke korporasi, rakyat miskin makin melarat, dan hasil bumi diekspor, lalu masa depan kami mau diapakan?,” tegaanya.
Selain itu, dirinya mengungkapkan keterlibatan mahasiswa dalam aksi lantaran kebijakan tersebut dianggap bakal berdampak ke semua sektor yang merugikan rakyat.
“Mahasiswa dengan buruh dengan petani memiliki kaitan erat. Mahasiswa adalah calon buruh. Dan hari ini buruh sengaja dimatikan lewat kebijakan negara sementara pengusaha, oligarki, korporasi, diberikan karpet merah. Belum lagi persoalan lingkungan yang akan terus diperas dan dirampas,” pungkas Anwar.
Terlebih lagi kata dia, apa yang dihasilkan oleh rezim Jokowi-Amin berdampak buruk di semua sektor, apalagi saat ini kondisi darurat.
“Maka sangat pantas presiden kita mundur atau turun dari jabatannya,” kuncinya. (Alam)



Komentar