MAKASSAR, TROTOAR.ID – Badan Koordinasi (Badko) !Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulselbar menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Dalam aksi tersebut mereka mengecam tingkah KAHMI Kota Makassar dan HMI cabang di Makassar Timur (Maktim) yang telah menemui Gubernur Sulsel dengan meminta anggaran pengadaan sekretariat sebesar Rp2,3 miliar.
Ketua Bidang PTKP HMI Badko Sulselbar, Abdul Hakam mengatakan bahwa ini adalah bentuk kekecewaan terhadap hadirnya KAHMI dan HMI Maktim.
Baca Juga :
“Itu yang membuat teman-teman kecewa karena ada bahasa-bahasa nominal yang disebutkan, sehingga itu yang menciderai karena membawa embel-embel organisasi,” katanya kepada Trotoar, Selasa, (13/10).
Terpantau di lokasi aksi, salah satu orator berteriak di atas mobil komando, “Bubarkan KAHMI dan HMI Makassar Timur,” teriak Fadel dalam orasinya. Lantaran dianggapnya telah menciderai nama baik HMI.
Selain itu, HMI Badko tetap mengawal pengesahan RUU Omnibus Law, kata Abdul Hakam, pihaknya tetap menolak kebijakan tersebut.
Tak berselang lama, para pendemo ini bergerak ke depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel untuk mendesak Anggota Dewan membuka ruang audiensi terbuka terkait Omnibus Law dan kinerja Presiden Jokowi-Amin.
Sementara di depan Kantor DPRD Sulsel Jl. Urip Sumoharjo terlihat sampah berserakan di mana-mana memenuhi badan jalan. (Alam)




Komentar