Categories: NewsParlemen

DPRD Sebut Banyak Proyek Bermasalah di PUTR, Gubernur Diminta Turun Tangan

TROTOAR. ID, MAKASSAR — Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional Irwandi Natsir menyebutkan dinas PUTR merupakan Salah satu OPD yang selama ini memiliki banyak persoalan dalam menjalankan sejumlah program. 

Hal itu disampaikan Irwandi Natsir saat DPRD Menggelar RDP bersama dengan dinas PUTR dan Pemerintah Kabupaten Bone beserta dengan warga dusun Lalengrie  Desa Ujung Lamuru Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone 

“PUTR ini merupakan salah satu OPD yang memiliki sejumlah masalah dalam menjalankan program pembangunan di Sulsel,” Kata Irwandi 

Salah satu persoalan yang diungkapkan Irwandi yakni adanya pindahan lokasi pembangunan Irigasi oleh Dinas PUTR secara sepihak, tanpa melakukan koordinasi dengan DPRD dan Pemerintah Daerah kabupaten Bone 

Irwandi menambahkan Proyek pembangunan Irigasi (Bendungan) yang dianggarkan sebesar Rp22.4 miliar, melalui APBD pokok 2020 

“Dalam pembahasan Banggar, dijelaskan titik lokasi proyek berada di desa Lalengrie bukan di Duapoccoe,” Kata Irwandi 

Pemindahan lokasi proyek pembangunan Bendungan (Irigasi) dikatakan bisa berdampak timbulnya kerugian negara, sehingga dirinya meminta agar kiranya Gubernur bertindak dengan cepat. 

“Kalau ini dibiarkan maka akan berdampak pada kerugian negara, sebab berdasarkan peletapan banggar, lokasi proyek tidak dipindahkan, ” Tegasnya 

Sementara itu Sekda Kabupaten Bone Andi Islamuddin yang hadir dalam RDP menyebutkan pemindahan lokasi pembangunan. Irigasi membuat warga langreria kecewa, sebab warga telah mengibahkan lahan mereka untuk pembangunan proyek tersebut tanpa adanya ganti rugi 

“Tolonglah kami di daerah dihargai, jangan di wilayah administrasi kami, dan kami tidak minta apa-apa kami cuma minta dihargai, ” Kata Islamuddin 

Sementara Selle KS Dalle anggota Fraksi Demokrat dengan tegas menyatakan pemindahan lokasi proyek pembangunan Bendungan oleh Dinas PUPR jelas mencederai hati rakyat yang rela menggibahkan lahannya untuk kepentingan orang banyak. 

Tapih toh dengan enteng dinas PUPR juga memindahkan lokasi pembangunannya tanpa adanya koordinasi dengan pemerintah setempat, dengan dalil secara teknis 

“Banyak proyek strategis nasional mandek karena pembebasan lahan, dan ini warga menyerahkan lahan yang secara cuma-cuma tapi pemerintah tidak bisa menghargai niat baik warga, ” Ungkapnya (***)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

Pelantikan Ketua KNPI Sulsel Dihiasi Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah

MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi…

11 jam ago

Evaluasi PAD Triwulan I, Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Akselerasi Penggunaan QRIS

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola…

15 jam ago

Tiga Ketua Umum KNPI Resmi Lantik Vonny Ameliani Pimpin KNPI Sulsel 2026–2029

MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…

15 jam ago

Pemprov Sulsel Perkuat Integrasi Pengelolaan SDA Jeneberang, Sidang TKPSDA Bahas Sistem Informasi dan Kolaborasi Nasional

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui…

16 jam ago

Sidrap Kian Dekat Jadi Ibu Kota Angin Nasional, Investor Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW

SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menarik perhatian investor global di sektor energi…

16 jam ago

Terima Audiensi Kawan UMKM, Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung MULIA EXPO 2026

MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Komunitas Kawan UMKM…

17 jam ago

This website uses cookies.