TROTOAR.ID, MAKASSAR — Jelang pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang, partai politik pengusung pasangan calon kepala daerah saat ini masih terlihat santai, dan tidak berbuat apa-apa untuk memenangkan calon usungannya
Hingga banyak pihak beranggapan usungan Parpol di pilkada ibaranya sebagai kendaraan umum yang cuma digunakan mengangkut penumpang dari satu titik ke titik lain
Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Andi Luhur Priyanto menyebutkan efektifitas Partai akan bergerak di pilkada jika mana yang mereka usung adalah kadernya sendiri.
Baca Juga :
“Memang jika ukuran efektivitas Parpol bekerja dalam memenangkan calonnya di pilkada nampaknya kecil sebab mereka akan kerja jika kader mereka yang diusung, ” Jelasnya
Luhur mengibaratkan jika partai politik bagaikan “kendaraan rental” bagi kandidat eksternal, hingga tidak memperlihatkan keberpihakannya pada kandidat kader internal yang mereka usung
Apa lagi dikatakan hubungan kandidat dengan partai politik juga bersifat klientelistik, dan pola hubungan berpengaruh pada sikap dukungan di Pemerintahan nanti, sekalipun kandidat usungannya terpilih.
Parpol, pengusung kan ibarat “kendaraan rental” Yang akan difungsikan jika hubungan calon yang diusung dan parpol berjalan dengan baik, termasuk keterlibatan parpol dalam susunan tim pemenangan, ” Kata Dosen Politik Unismuh Makassar
Sementara itu, ketua DPC PAN Makassar Jamaah Hamid mengaku jika anggaran itu salah sebab PAN sendiri dengan tegas akan memberhentikan kader Mbalelo di pilkada
“Kalau ada yang Mbalelo maka saya akan berikan sanksi tegas, termasuk santai perhentian, kalau dia Anggota DPRD saya akan PAW dia, ” Kata Hamzah Hamid




Komentar