Walhi Sebut Ada Pengusaha Tambang di Balik Calon Wali Kota Makassar

Muhamin Arsenio, Walhi Sulsel. (Trotoar)

Muhamin Arsenio, Walhi Sulsel. (Trotoar)

Makassar, Trotoar.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Daerah Sulawesi Selatan mulai angkat suara terkait dengan pemilihan Calon Wali Kota Makassar yang akan digelar pada 9 Desember mendatang.

Kali ini, Organisasi lingkungan hidup terbesar di Sulawesi Selatan itu menemukan ada keterlibatan langsung pengusaha tambang pada Calon Wali Kota Makassar.

Staf Departemen Advokasi Walhi Sulsel, Muhaimin Arsenio mengatakan, saat ini pihaknya telah menemukan dua kandidat yang memiliki afiliasi langsung maupun tidak langsung dengang para pengusaha tambang yang juga selama ini berkonflik dengan masyarakat.

Menurutnya, kondisi ini sangat berbahaya bagi masyararakat dan Lingkungan Hidup kedepannya, terkhusus di Kota Makassar.

“Temuan sementara kami, ada satu kandidat Calon Wali Kota Makassar yang berafiliasi langsung dengan pemilik perusahaan tambang, namun ada juga satu kandidat yang berafilisasi secara tidak langsung dengan perusahaan tambang. Untuk lebih jelasnya, kami akan sampaikan ke publik bila kajian kami telah selesai,” ungkapnya, Senin, (19/10).

Ia mengatakan, perusahaan-persuahaan tambang tersebut semuanya beroperasi di Sulawesi Selatan dan berhubungan erat dengan proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan. Karena jenis komoditas usaha perusahaan tambang tersebut ialah mineral non-logam yang merupakan material utama proyek infrastruktur.

Sehingga menurutnya, pengusaha tambang tersebut sangat berkepentingan untuk memenangkan Calon Wali Kota usungannya agar dapat menguasai proyek infrastruktur di Kota Makassar. 

“Perusahaan-perusahaan tambang yang kini berkepentingan untuk memenangkan Calon Wali Kota-nya masing-masing tentu memiliki kepentingan ekonomi jangka panjang, terkhusus untuk lima tahun ke depan. Salah satunya menguasai pasar dan proyek infrastruktur di Kota Makassar. Saya tidak percaya kalau mereka mengusung kandidat untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat di Kota Makassar,” kata Muhaimin.

Saat ini, Walhi tengah melakukan kajian khusus terkait hal ini. Tujuannya, kata Muhaimin, agar warga Makassar tidak memilih Calon Wali Kota yang memiliki tujuan ganda yang disponsori oleh perusahaan tambang yang telah merusak lingkungan hidup dan memiskinkan rakyat.

“Ini salah satu mandat Walhi Sulsel yakni mengkampanyekan politik hijau kapada publik. Selain itu, saya kira telah lama disampaikan bahwa Walhi Sulsel akan melibatkan diri dalam Pilkada maupun Pilwalkot untuk mengajak rakyat memilih calon yang berpihak pada rakyat dan lingkungan hidup. Bukan calon yang membawa kepentingan perusahaan, apalagi yang selama ini melakukan aktivitas destruktif dan berkepentingan menguasai proyek pembangunan,” tandas Muhaimin. (Al/hms).

Leave a Reply