Walhi Sebut Ada Pengusaha Tambang di Balik Calon Wali Kota Makassar

Suriadi
Suriadi

Senin, 19 Oktober 2020 15:21

Muhamin Arsenio, Walhi Sulsel. (Trotoar)
Muhamin Arsenio, Walhi Sulsel. (Trotoar)

Makassar, Trotoar.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Daerah Sulawesi Selatan mulai angkat suara terkait dengan pemilihan Calon Wali Kota Makassar yang akan digelar pada 9 Desember mendatang.

Kali ini, Organisasi lingkungan hidup terbesar di Sulawesi Selatan itu menemukan ada keterlibatan langsung pengusaha tambang pada Calon Wali Kota Makassar.

Staf Departemen Advokasi Walhi Sulsel, Muhaimin Arsenio mengatakan, saat ini pihaknya telah menemukan dua kandidat yang memiliki afiliasi langsung maupun tidak langsung dengang para pengusaha tambang yang juga selama ini berkonflik dengan masyarakat.

Menurutnya, kondisi ini sangat berbahaya bagi masyararakat dan Lingkungan Hidup kedepannya, terkhusus di Kota Makassar.

“Temuan sementara kami, ada satu kandidat Calon Wali Kota Makassar yang berafiliasi langsung dengan pemilik perusahaan tambang, namun ada juga satu kandidat yang berafilisasi secara tidak langsung dengan perusahaan tambang. Untuk lebih jelasnya, kami akan sampaikan ke publik bila kajian kami telah selesai,” ungkapnya, Senin, (19/10).

Ia mengatakan, perusahaan-persuahaan tambang tersebut semuanya beroperasi di Sulawesi Selatan dan berhubungan erat dengan proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan. Karena jenis komoditas usaha perusahaan tambang tersebut ialah mineral non-logam yang merupakan material utama proyek infrastruktur.

Sehingga menurutnya, pengusaha tambang tersebut sangat berkepentingan untuk memenangkan Calon Wali Kota usungannya agar dapat menguasai proyek infrastruktur di Kota Makassar. 

“Perusahaan-perusahaan tambang yang kini berkepentingan untuk memenangkan Calon Wali Kota-nya masing-masing tentu memiliki kepentingan ekonomi jangka panjang, terkhusus untuk lima tahun ke depan. Salah satunya menguasai pasar dan proyek infrastruktur di Kota Makassar. Saya tidak percaya kalau mereka mengusung kandidat untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat di Kota Makassar,” kata Muhaimin.

Saat ini, Walhi tengah melakukan kajian khusus terkait hal ini. Tujuannya, kata Muhaimin, agar warga Makassar tidak memilih Calon Wali Kota yang memiliki tujuan ganda yang disponsori oleh perusahaan tambang yang telah merusak lingkungan hidup dan memiskinkan rakyat.

“Ini salah satu mandat Walhi Sulsel yakni mengkampanyekan politik hijau kapada publik. Selain itu, saya kira telah lama disampaikan bahwa Walhi Sulsel akan melibatkan diri dalam Pilkada maupun Pilwalkot untuk mengajak rakyat memilih calon yang berpihak pada rakyat dan lingkungan hidup. Bukan calon yang membawa kepentingan perusahaan, apalagi yang selama ini melakukan aktivitas destruktif dan berkepentingan menguasai proyek pembangunan,” tandas Muhaimin. (Al/hms).

 Komentar

Berita Terbaru
News27 Mei 2026 00:52
Barru Raih UHC Awards 2026, Tegaskan Komitmen Perluasan Akses Layanan Kesehatan
Jakarta, trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori madya atas keberhasilan mem...
News27 Mei 2026 00:49
Barru Luncurkan Call Center 112, Perkuat Respons Darurat dan Digitalisasi Layanan Publik
Barru, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis di sektor pelayanan publik melalui peluncuran layanan d...
News27 Mei 2026 00:45
Pemkab Barru Buka FKP RKPD 2027, Prioritaskan Pelayanan Publik di Tengah Tantangan Anggaran
BARRU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru mulai menyusun arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) Rencana Kerja Pemeri...
News27 Mei 2026 00:42
Pemkab Barru Matangkan Pilkades 2026, Pemungutan Suara Dijadwalkan 25 Mei
BARRU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Barru mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 melalui rapat koordinasi bersama Fo...