Press Release: Gerakan Rakyat Makassar Sebut Aparat Susupi Aksi Mahasiswa Hingga Ricuh

Aksi Aliansi Mahasiswa Makassar (Makar) di Jl. A.P Pettarani Makassar, pada Kamis, (22/10) sore.

Aksi Aliansi Mahasiswa Makassar (Makar) di Jl. A.P Pettarani Makassar, pada Kamis, (22/10) sore.

Makassar, Trotoar.id – Aliansi Gerak Makassar mengeluarkan Press Release terkait aksinya yang berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2020 di Jalan A.P Petterani Makassar, yang memunculkan wacana “Aksi anarkis” di berbagai media.

Di bawah ini Press Release resmiyang diterima Trotoar

Dalam rangka menyambut aksi demonstrasi nasional menyoal tuntutan dicabutnya Omnibuslaw yang diwacanakan mulai tanggal 20 sampai 22 Oktober secara serentak, maka  Aliansi Gerak Rakyat Makassar (GM) yang terkonsolidasikan secara nasional juga turut berpartisipasi menyelenggarakan aksi demonstrasi secara berturut-turut di Makassar.

Di aksi ke tiga GM pada aksi serentak tersebut (22 Oktober), GM melaksanakan aksi di 3 titik diantaranya sektor Kima yang di isi organ buruh, serta sektor Petterani dan Alauddin yang di isi oleh organ Mahasiswa dan pelajar.

Aksi ini adalah aksi lanjutan#MosiTidakPercaya untuk menunjukkan kembali penolakan rakyat terhadap rezim otoritarian Jokowi-amin yang saat ini sedang berupaya mengkhianati amanat demokrasi dan kemanusiaan pascareformasi dengan mengesahkan Omnibus Law. 

Menindak lanjuti hal itu Aliansi Mahasiswa Makassar dan Aliansi Pelajar Makassar yang tergabung dalam GM mengisi pos Jalan A.P Pettarani sebagai medium demonstrasi.

Namun sangat disayangkan, disela-sela aksi demonstrasi damai tersebut, massa aksi mendapatkan tindakan provokasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian sendiri yang sedang menyamar dan menyusup di barisan massa aksi.

Pasalnya aparat kepolisian tersebut menunjukkan dan menodongkan pistol ke salah satu massa aksi dan memancing massa aksi untuk tidak fokus dengan tuntutan dan varian aksi kampanye yang telah disepakati dalam konsolidasi.

Tidak berhenti sampai disitu, ormas reaksioner yang berada tidak jauh dari barisan massa aksi juga turut memprovokasi massa aksi. Hal ini lah yang menjadi pemicu munculnya satu persatu orang tak dikenal (tidak mengenakan dresscode massa aksi) dalam barisan massa aksi yang bertindak diluar dari kesepakatan konsolidasi GM.

Tidak lama berselang pihak kepolisian dibantu oleh ormas reaksioner menyerang massa aksi dengan batu, petasan dan Sajam. Hal ini lah yang membuat massa aksi berhamburan dan memasuki kampus UNM untuk melinduingi diri. Didalam kampus, Ormas reaksioner tersebut tetap menyerang massa aksi.

Di sisi lainnya, sangat disayangkan, terlihat dalam beberapa dokumentasi, pihak kepolisian tampak membiarkan serangan batu, Sajam dan petasan ini diarahkan kepada massa aksi.

Artinya kedatangan ormas reaksioner sedari awal untuk memprovokasi barisan massa aksi yang sedang berjalan damai nampaknya sudah terkonsolidasikan dengan pihak kepolisian.

Atas tindakan provokasi, kekerasan, dan pembiaran kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian dan Ormas reaksioner terhadap massa aksi “22.10” kami dari Aliansi Gerak Rakyat Makassar (GM) atas nama demokrasi mengutuk dan mengecam tindakan tersebut.

Pasalnya menyampaikan pendapat di depan umum merupakan hak setiap warga negara dan telah dijamin undang-undang, maka tindakan yang dilakukan terhadap massa aksi di atas jelas telah melanggar aturan yang ada dan merupakan tindakan pidana, yakni melakukan tindak kekerasan secara bersama-sama di depan umum.

Kronologi Aksi Aliansi Makar yang diterima Trotoar

16:37 Wita Seluruh massa aliansi berkumpul di gunung sari
16:39 Wita Massa aksi bergeser ke titik aksi
16:45 Wita Massa aksi tiba di titik aksi
16:48 Wita Jendlap menjelaskan maksud dan tujuan aksi ke pengguna jalan
16:50 Wita Massa aksi memblokade jalan depan phinisi arah ke alauddin
16:54 Wita salah seorang pengguna jalan protes terhadap blokade yang dilakukan
(Aksi berlangsung dengan aman. Masing-masing massa aksi diberikan penanda untuk diidentifikasi sebagai peserta massa aksi dan Sebagian massa aksi melakukan sweeping terhadap penyusup yang masuk di dalam barisan massa)
17:01 Wita massa aksi bergeser ke pertigaan pettarani jl. Pendidikan
17:07 Wita ban mulai dibakar
17:08 Wita orasi dri salah satu massa aksi
17:12 Wita orasi dilakukan oleh mssa aksi linnya
17:17 Wita orasi dari salah satu massa aksi lainnya lagi
17:26 Wita puisi dari salah satu massa aksi
17:33 Wita orasi dari salah atu massa aksi
17:40 Wita orasi disambung oleh massa aksi lainnya
17:42 Wita orasi disambung oleh massa aksi lainnya
17:46 Wita orasi disambung oleh massa aksi lainnya
(Intel masuk ke dalam barisan dan menodong pistol kesalah satu massa aksi. Situasi mulai tidak kondusif, intel tersebut dipukul mundur oleh massa aksi sampai masuk dan berlindung ke dalam indomaret. Namun, Aksi tetap dilanjutkan dalam kondisi tertib, beberapa massa aksi melakukan sterilisasi dan kembali melakukan orasi politik secara bergantian samapai jam 21:21)
21:22 Wita provokator dari arah jalan landak dan di kantor Nasdem memprovokasi dan menganggu massa aksi.
21:30 Wita Suasana mulai tidak kondusif. Keributan mulai terjadi antara massa aksi dengan provokator dari arah landak dan di kantor Nasdem
21.52 Wita Beberapa orang tak dikenal/OTK (Tanpa mengenakan dresscode yang disepakati aliansi) mulai melemparkan batu ke arah kantor Partai Nasdem dan membakar mobil ambulance
22:11 Wita Massa berhamburan, ormas dan OTK mulai memukul mundur dan menyerang massa aksi menggunakan petasan, lemparan batu, dan senjata tajam.
(Massa aksi berlarian ke kampus UNM)
22:15 Wita Kampus UNM mulai diserang oleh Ormas reaksioner dengan menggunakan petasan, batu, busur, dll
23:09 Wita Pihak kepolisian mulai berdatangan ke lokasi kerusuhan. Pihak kepolisian membiarkan ormas dan OTK menyerang massa aksi secara membabi buta.
23:42 Wita massa aksi terdesak di dalam kampus oleh serangan ormas dan OTK serta tembakan gas air mata oleh kepolisian yang menyasar massa aksi yang bertahan di dalam kampus.
(Polisi dan ormas mulai memasuki area kampus UNM dan melakukan penangkapan)

Catatan :

  1. Beberapa buah motor dibakar oleh Ormas dan OTK, dan melakukan pengrusakan didalam kampus.
  2. Polisi terkesan melakukan pembiaran terhadap Ormas dan OTK yang melakukan penyerangan ke kampus menggunakan batu dan anak panah.
  3. Beberapa motor massa aksi dibakar serta pintu gerbang dan beberapa kaca gedung kampus pecah akibat serangan ormas dan OTK.


Makassar, 23 Oktober 2020

Humas Aliansi Gerak Makassar

Anwar

Leave a Reply