TROTOAR.ID, MAKASSAR — Kegiatan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Kabupaten Pinrang Menjadi sorotan, pasalnya kegiatan pesta panen menghadirkan kumpulan orang banyak hingga diduga mengindahkan protokol kesehatan.
Mengingat salah satu instruksi pemerintah untuk menekan angka penularan wabah virus corona dengan menghindari kerumunan orang banyak dalam sebuah kegiatan baik yang dilakukan masyarakat dan yang dilakukan oleh Pemerintah sebagai pelopor protokol kesehatan

Dari gambar foto kegiatan yang di dapat, terlihat sejumlah orang yang sebagian berasal dari ASN Kabupaten Pinrang, tidak menerapkan pola jaga jarak, hingga kerumunan orang terlihat dengan jelas dalam frame gambar foto yang diterima redaksi
Sehingga banyak yang beranggapan jika Gubernur dan Bupati Pinrang terkesan acuh dengan himbauan pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan, dan bisa memunculkan cluster baru penyebaran virus corona
Mengingat saat ini kabupaten Pinrang menjadi salah satu Kabupaten yang juga memiliki angka pasien virus corona yang cukup tinggi di Sulsel dengan angka suspek sebanyak 601 orang. berdasarkan data yang dilansir dari https://covid19.sulselprov.go.id/data

Terkait hal itu Bupati Pinrang Irwan Hamid menyebutkan jika pemerintah daerah selaku tuan rumah pelaksanaan pesta panen di Kabupaten pinrang tidak bisa menghalangi keinginan warga untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
“Inikan pesta panen pestanya rakyat jadi kami tidak bisa membatasi warga yang akan hadir, mereka juga ingin melihat dari dekat Gubernur Sulsel,” Kata Irwan hamid Bupati Pinrang kepada awak media.
Peristiwa tersebut juga direspon oleh ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Pinrang Efendi sangat menyelesaikan peristiwa tersebut, sebab dia menganggap pemerintah sebagai ujung tombak penegakan disiplin protokol kesehatan harus peka, bukan justru membiarkan hal itu terjadi

“Jika seperti itu apa bedanya Gubernur Sulsel dengan Gubernur DKI yang hadir di kerumunan orang banyak, seharusnya pemerintah sebagai pembentuk regulasi bisa menjalankan regulasi yang dibentuknya,” Jelas Efendi
Dirinya juga tidak ingin dengan kumpulan orang banyak yang dilakukan pemerintah kemarin akan menjadi cluster baru penyebaran virus corona , mengingat saat ini Pinrang sendiri masih memiliki angka penderita yang cukup tinggi. (***)




Komentar