Pembangunan Bumi Perkemahan di Sinjai Diduga Merusak Hutan Lompobattang-Bawakaraeng: Penolakan Meluas

Awal Febri
Awal Febri

Kamis, 26 November 2020 03:31

Pembangunan Bumi Perkemahan di Sinjai Diduga Merusak Hutan Lompobattang-Bawakaraeng: Penolakan Meluas

TROTOAR.ID, Sinjai – Dugaan perusakan rimba terakhir Lompobattang-Bawakaraeng bertopeng proyek pengembangan Tahura Ma’ra dalam bentuk bumi perkemahan dan jalur bersepeda terus mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Aliansi Tahura Menngugat (ATM) yang konsisten menyuarakan penolakan aktivitas tersebut mendapatkan undangan konsolidasi dari Pencinta Alam Panrita Lopi (Papparapi) Bulukumba pada Rabu, 25/11/2020 di Base Camp Papparapi Bulukumba.

Konsolidasi tersebut dihadiri langsung oleh Jendlap ATM, Yusri didampingi beberapa pimpinan organisasi yang tergabung dalam aliansi tersebut.

Konsolidasi tersebut dimulai dengan diskusi kronologis kasus, dilanjutkan dengan paparan hasil kajian ATM dan diakhiri dengan pemutaran film Hutan Untuk Masa Depan yang diproduksi oleh ATM. Paparappi Bulukumba berkomitmen bergabung dengan barisan ATM dalam upaya peyelamatan rimba terakhir Lompobattang-Bawakaraeng yang sedang berjalan.

Perwakilan Papparapi Bulukumba menyampaikan bahwa adanya aktivitas yang merusak vegetasi alam di kawasan Tahura Abd. Latief yang berada di daerah perbatasan wilayah administratif Kab. Sinjai dengan Kab. Bulukumba tersebut secara langsung berdampak terhadap warga Bulukumba, salah satu arti penting kawasan Tahura terjaga kelestariannya bagi warga Kab. Bulukumba adalah keberadaan Sungai Balatieng yang merupakan sumber air bersih beberapa Kec. di Kab. Bulukumba.

“Kami akan melakukan aksi solidaritas untuk perjuangan kawan-kawan ATM yang berupaya menyelamatkan rimba terakhir Lompobattang-Bawakaraeng yang ada di Tahura Abdul Latief Sinjai,” ujarnya

Yusri menyampaikan bahwa “Solidaritas yang luar bisa dari kawan-kawan Papparapi Bulukumba menunjukkan bahwa isu Kelestarian Tahura Ma’ra bukan hanya kepentingan Sinjai, tapi kepentingan semua orang yang berada di kawasan pegunungan Lompobattang-Bawakaraeng.”

Baik ATM maupun Papparapi Bulukumba memiliki kekhawatiran yang sama bahwa ketika bumi perkemahan dan jalur bersepeda ini dibiarkan, maka kedepan semakin banyak fasilitas yang dibangun dan hutan alam yang merupakan rumah bagi flora dan fauna, penyangga utama ekosistem semakin terdesak, oleh sebab itu rimba terakhir Lompobattang-Bawakaraeng mesti dipertahankan kelestariannya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen28 April 2026 21:07
H.Muhammad Dorong Program Combine Harvester Dan Jalan Tani Perlu Ditingkatkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai NasDem H Muhammad melakukan pengawasan terhadap sejumlah program Pemerintah ...
Metro28 April 2026 19:11
Bunda PAUD Makassar Tekankan Peran Keluarga dalam Penguatan PAUD Inklusif
MAKASSAR, Trotoar.id — Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualit...
Metro28 April 2026 19:08
May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan peringatan Hari Buruh Internasional 2026 harus menjadi momentum kebahagiaan...
Metro28 April 2026 16:17
Warga Sulsel Korban Perompak, di Somalia, Gubernur Sulsel: Kita Koordinasikan dengan Kementerian Terkait
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait seorang warganya yan...