DPP PPP

Evaluasi DPP Mengemuka, Bendum PPP Ingatkan Risiko Retaknya Soliditas Jelang Pemilu

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 26 April 2026 14:22

Evaluasi DPP Mengemuka, Bendum PPP Ingatkan Risiko Retaknya Soliditas Jelang Pemilu

Makassar, Trotoar.id — Wacana evaluasi kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terhadap sejumlah pengurus yang dinilai kurang aktif mulai memantik perdebatan di internal partai.

Di tengah dorongan perubahan, muncul kekhawatiran bahwa langkah tersebut justru berpotensi mengganggu soliditas menjelang tahapan Pemilu 2027.

Bendahara Umum PPP, Imam Fauzan AU, menjadi salah satu suara yang mengingatkan agar rencana evaluasi tidak dilakukan secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan dampak strategisnya bagi partai.

Menurut Imam, PPP saat ini berada pada fase krusial yang membutuhkan kekompakan penuh, bukan justru membuka ruang konflik internal melalui pergantian struktur kepengurusan di tingkat pusat.

Ia menegaskan, menjaga stabilitas organisasi jauh lebih penting dibanding melakukan reshuffle yang berisiko memicu friksi di antara kader, terlebih di level elite partai.

“Saya tidak ingin kehilangan siapapun di DPP. Saat ini PPP butuh soliditas menghadapi tahapan pemilu yang akan dimulai 2027,” tegasnya.

Imam tidak menampik adanya sejumlah pengurus yang dinilai kurang aktif dalam menjalankan mandat organisasi. Bahkan, isu tersebut turut menyeret posisi strategis di tubuh DPP.

Namun demikian, ia menilai kondisi tersebut belum cukup menjadi alasan kuat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dalam waktu dekat.

“Memang ada beberapa pengurus yang tidak aktif, tetapi saya menilai belum saatnya dilakukan evaluasi. Kita harus melihat momentum dan dampaknya,” ujarnya.

Mantan Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan ini juga menyinggung isu pergantian Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang saat ini dijabat oleh Taj Yasin Maimoen.

Ia mengaku tidak melihat adanya urgensi untuk mengganti posisi Sekjen di tengah situasi yang menuntut stabilitas dan konsolidasi internal partai.

Bagi Imam, pergantian figur di posisi kunci justru berpotensi mengganggu ritme organisasi yang sedang dibangun untuk menghadapi agenda politik nasional ke depan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa tantangan utama PPP saat ini bukan sekadar merapikan struktur, tetapi memastikan mesin partai bergerak efektif hingga ke tingkat akar rumput.

Target untuk kembali memperkuat posisi di parlemen, khususnya mengamankan kursi di Senayan, disebutnya hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif dan solidaritas yang terjaga.

“Kami ingin tetap solid dan menjaga solidaritas kader agar target merebut kembali kursi di Senayan bisa tercapai,” katanya.

Imam pun meyakini bahwa DPP PPP akan lebih bijak dalam mengambil langkah, dengan mengedepankan konsolidasi ketimbang perombakan struktural yang berisiko.

Ia optimistis, dalam waktu dekat DPP akan fokus merapatkan barisan dan memperkuat koordinasi antar pengurus sebagai strategi utama menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif.

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Politik26 April 2026 15:23
Supriadi Arif Kembali Pimpin PPP Wajo Secara Aklamasi, Targetkan Kebangkitan di Pemilu Mendatang
WAJO, Trotoar.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Supriadi Arif, kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (...
Parlemen26 April 2026 14:38
Komisi B DPRD Makassar Sidak Toko Minol dan THM, Pastikan Izin dan Pajak Tertib
MAKASSAR, Trotoar.id — Komisi B DPRD Kota Makassar bersama tim terpadu dari pemerintah kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko min...
Politik26 April 2026 14:05
DPW PPP Sulsel Dukung Evaluasi Kepengurusan DPP, Soroti Pengurus Tidak Aktif
Makassar, Trotoar.id — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah D...
Metro26 April 2026 14:01
Salman Calon Tunggal di Muscab PPP Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar menjadi sorotan.  Pasalnya, hanya sa...