MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar menjadi sorotan.
Pasalnya, hanya satu nama yang muncul sebagai kandidat ketua, memunculkan pertanyaan terkait kondisi konsolidasi internal partai di tingkat daerah.
Sosok tersebut adalah Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi PPP, Salman Alfariz Karsa, yang mendapat dukungan mayoritas dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP se-Kota Makassar.
Baca Juga :
Dukungan itu terlihat dari banyaknya rekomendasi PAC yang mengusulkan Salman sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Makassar dalam forum Muscab yang digelar di Makassar.
“Mayoritas tadi PAC dalam rekomendasinya meminta saya untuk menjadi Ketua DPC PPP Makassar,” ujar Salman.
Ia pun menyambut baik kepercayaan tersebut dan menyatakan kesiapannya melanjutkan estafet kepemimpinan partai di Kota Makassar.
“Insyaallah saya siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan PPP Makassar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi Amir, membenarkan bahwa dalam Muscab PPP Makassar hanya terdapat satu kandidat.
“Untuk Muscab Makassar cuma satu calon, nanti struktur disusun bersama formatur,” jelasnya usai membuka Muscab serentak di 20 kabupaten/kota secara virtual.
Minimnya jumlah kandidat ini memunculkan dua tafsir. Di satu sisi, kondisi tersebut bisa dipandang sebagai bentuk soliditas internal partai.
Namun di sisi lain, hal ini juga dapat menjadi sinyal terbatasnya dinamika kaderisasi atau menurunnya partisipasi kader dalam kontestasi internal.
Ilham menegaskan bahwa Muscab merupakan bagian penting dari proses konsolidasi partai dalam menghadapi tahapan pemilu yang semakin dekat.
Menurutnya, struktur DPC yang terbentuk harus mampu bergerak cepat, terutama dalam menyiapkan administrasi kepartaian untuk proses verifikasi oleh penyelenggara pemilu.
“Muscab ini bagian dari konsolidasi menghadapi tahapan pemilu tahun depan,” tegasnya.
Dengan tantangan verifikasi yang semakin ketat, PPP dituntut tidak hanya solid secara struktur, tetapi juga aktif dalam menggerakkan mesin partai hingga ke tingkat akar rumput.
Situasi Muscab PPP Makassar ini pun menjadi cerminan: apakah partai benar-benar solid dan siap menghadapi kontestasi politik ke depan, atau justru tengah menghadapi keterbatasan kader yang siap tampil dalam dinamika internal.
Di tengah tekanan untuk bangkit pada pemilu mendatang, konsolidasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi PPP.




Komentar