TROTOAR.ID, Makassar – Pawai Iklim berlangsung serentak di empat kota di Indonesia dan kota-kota lainnya se-Asia dalam rangka aksi “Asia Climate Rally”.
Hal itu merupakan sebuah aksi kolektif yang diselenggarakan oleh anak-anak muda di Kota Makassar, Serang, Jakarta, dan Bandung, Jum’at, (28/11/2020).
Lantaran peran pemerintah saat ini dianggap menjadi pertaruhan nasib anak muda di masa depan.

Baca Juga :
Salah satu peserta pawai itu mengataakan bahwa krisis iklim sudah di depan mata dan anak muda lah yang akan bertarung lebih keras dan merasakan dampaknya.
“Kami menuntut pemerintah dan para pemimpin industri untuk bertanggung jawab dan bersama-sama melakukan tindakan nyata, dan segera berhenti mendanai industri bahan bakar fosil yang mematikan,” tegas Salsabila.
Setidaknya ada enam tuntutan yang mereka sampaikan lewat pawai iklim tersebut.
Mereka mendesak deklarasi “Darurat iklim”, bahwa menurutnya, bumi tidak baik-baik saja. Sedangkan Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang akan merasakan dampak kehancuran lingkungan, sosial dan ekonomi dari krisis iklim yang terjadi detik ini.
“Kami, anak muda menuntut ketegasan pemimpin Indonesia,” ujarnya.
Para peserta pawai juga ingin Negara meningkatkan ambisi NDC atau Nationally Determined Contribution.
“Kami menuntut pemerintah untuk lebih berambisi, meningkatkan kolaborasi, mempercepat implementasi dengan langkah-langkah nyata untuk mencapai tujuan Perjanjian Paris, dan menuntut tegas para pencemar iklim atas kontribusi mereka terhadap memburuknya dampak krisis iklim,” tegas Salsabila.
Menurutnya, dengan dihentikannya investasi di sektor energi kotor dan memastikan implementasi dengan aksi nyata berarti berani mendorong divestasi dari industri bahan bakar fosil yang mencemari iklim dan berinvestasi di energi terbarukan.
Selain itu, kata dia. Pihaknya pun menuntut Investasi berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi sehat pasca pandemi Covid-19
“Misalnya menerapkan upaya-upaya proaktif untuk mencapai respons yang hijau dan adil terhadap dampak krisis iklim dan pandemi Covid-19 atas dasar tanggung jawab bersama dan keadilan sosial-ekonomi,” pungkasnya.
Sementara itu, mereka juga mendorong pemerintah agar menjamin keadilan untuk masyarakat adat.
Salsabila menjelaskan, Negara bertanggung jawab atas penegakan HAM dan lingkungan, serta wajib secara aktif mendukung keadilan iklim untuk semua orang, termasuk hak-hak masyarakat adat yang telah lama berperan menjaga dan merawat kekayaan bumi.
“Cabut semua kebijakan yang merusak lingkungan.
Tindakan tegas dan nyata serta selaras dengan undang-undang dan kebijakan iklim untuk melindungi lingkungan,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah harus mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mencabut kebijakan yang merusak lingkungan.
“Tuntutan ini adalah pengingat yang tajam bagi mereka bahwa kaum muda Indonesia dan di seluruh Asia sedang mengawasi seluruh tindakan mereka, karena masa depan kita tidak dapat dinegosiasikan. Kebijakan-kebijakan yang sangat jauh dari penyelamatan iklim harus segera dicabut dan pemulihan keberlanjutan bukan pilihan tetapi sebuah keharusan,” sambung Salsabila.
Asia Climate Rally adalah hari aksi kolektif yang diselenggarakan oleh anak muda dari Malaysia, Filipina, India, Nepal, Pakistan, Indonesia, Korea Selatan, Hong Kong dan Singapura.

(Al/Yd/Hms)



Komentar