TROTOAR.ID, Makassar – Solidaritas Perempuan Anging Mammiri (SPAM) dan jejaringnya menggelar rembuk perempuan komunitas dalam rangka ‘Perubahan iklim, kota impian perempuan pada pemilihan Walikota Makassar’.
Kegiatan tersebut menghadirkan perempuan-perempuan akar rumput yang bekerja sebagai penggerak komunitas dari 5 kelurahan di Makassar yakni; Tallo, Cambaya, Camba Berua, Buloa dan Kaluku Bodoa. SPAM juga mengundang keempat Calon Walikota Makassar 2020.

Nampak dalam acara tersebut terlihat nomor urut 4 dan 2 diwakili oleh Jubirnya masing-masing. Dan dalam kesempatan itu, Dr Samsul Rizal yakni Paslon nomor urut 3 menyempatkan diri menghadiri langsung undangannya meski agak telat, “Jadi ada satu paslon yang tidak hadir yakni nomor urut 1,” kata Panitia Rembuk Perempuan tersebut.
Baca Juga :
Meski begitu, para perempuan pesisir itu tak sedikitpun menunjukkan rasa patah semangat, karena mereka memaknai pertemuan tersebut sebagai sarana diskusi dan silaturahmi sekaligus meluapkan segala aspirasi rakyat di lapisan paling bawah yang rentan terdiskriminasi.
“Ini merupakan ruang bagi perempuan untuk mendialogkan situasi dan kepentingannya pada momen Pilkada 2020 kepada ke-4 Calon Walikota Makassar,” Kata Wahida Rustam di tengah berlangsungnya acara tersebut di Red Corner Jl. Yusuf Daeng Ngawing, Tidung, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sabtu, (28/11/2020).
Selain itu, Ketua SPAM, Musdalifah Jamal mengatakan bahwa para perempuan ini ingin berdialog dengan para Paslon Walikota Makassar untuk berbicara terkait krisis iklim khususnya di wilayah pesisir.
“Acara ini bukan tentang menentukan pilihan politik nantinya tapi untuk berdiskusi mengenai visi misi masing-masing Paslon, kami organisasi yang independen, serta kami ingin memberikan 10 poin rekomendasi penting terhadap calon terpilih nantinya,” tegas dia.
10 poin rekomendasi kepentingan perempuan diserap dari ratusan perempuan-perempuan pesisir dalam rangka mendorong kota impian yang berketahanan iklim dan terintegrasi gender; Berikut:
1. Penyediaan fasilitas, pelayanan air bersih dan air bersih layak konsumsi.
2. Ketersediaan pangan yang sehat dan dapat dijangkau oleh perempuan.
3. Penanganan sampah.
4. Kesehatan perempuan dan lingkungan.
5. akses pelatihan dan modal usaha untuk peningkatan kemandirian ekonomi perempuan.
6. Penataan lorong yang bersih, nyaman dan aman.
7. penerangan jalan di lorong.
8. penyediaan posko tanggap bencana di setiap RT/RW dengan memastikan kebutuhan perempuan, anak, lansia, dan kelompok rentan.
9. Pelibatan perempuan yang setara pada pengambilan keputusan dan pelaksanaan program mulai di tingkat kampung, kelurahan, kecamatan, hingga kota.
10. Peraturan Daerah Kota Makassar mengenai perubahan iklim yang terintegrasi gender.
Rekomendasi itu diterima langsung oleh tiga paslon wali kota atau yang mewakili dalam kesempatan itu.
Meskipun ada satu kandidat yang tak sempat hadir namun Musdalifah Jamal berharap agar 10 rumusan tersebut dijadikan sebagai program prioritas bagi keempat paslon wali kota yang terpilih nantinya.
(Al/Hms)




Komentar