Categories: Parlemen

Tunjangan Anggota Dewan di DKI Jakarta Naik Rp8 M di Masa Covid-19, KOPEL Sebut itu Akal Licik

TROTOAR.ID, Jakarta – Tunjangan reses dan biaya sosialisasi Perda di DPRD DKI Jakarta akan dinaikkan sebesar Rp8 Miliar oleh anggota DPRD DKI Jakarta.

DPRD DKI menaikkan Rancangan Kerja Tahunan (RKT) dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021. Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Berdasarkan dokumen yang beredar, RKT DPRD DKI Jakarta itu terbagi ke beberapa kategori pendapatan langsung, pendapatan tidak langsung, dan kegiatan. Total anggaran yang diajukan untuk tahun 2021 mencapai Rp8.383.791.000 per anggota. Dan Secara keseluruhan 106 anggota, maka anggota legislatif menghabiskan Rp888.681.846.000 dalam setahun hanya untuk kegiatan DPRD DKI.

Direktur Komite Pemantau Legislatif (KOPEL), Anwar Razak menilai bahwa kenaikan ini tidak lebih dari akal licik anggota DPRD DKI Jakarta untuk menaikkan penghasilan mereka di saat tidak ada pantauan publik.

Dan bahkan, menurut Anwar Razak, di saat situasi Jakarta masih dalam darurat pandemi covid-19.

KOPEL menangarai kenapa selama ini pembahasan anggaran itu dilakukan di luar Jakarta, yakni di Hotel Grand Cempaka Cisarua Bogor.

Sambung Anwar, ternyata mereka punya rencana terselubung yaitu menaikkan tunjangan anggota DPRD.

Padahal gaji tunjangan anggota DPRD jelas dalam PP 18 tahun 2017 yang basis hitungannya dari gaji pokok gubernur.

“Jadi bila tunjangan itu naik maka berarti sudah tidak wajar. Mestinya Pemprov bertahan tidak menaikkan dan Kemendagri memberikan koreksi dan tidak justru sama-sama berselingkuh mendukung kenaikan ini,” kata Anwar. Senin, (30/11/2020).

Menurut dia, runjangan reses dan sosialisasi Perda memang tidak detail diatur besarannya dalam PP 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan Anggota DPRD.

“Tapi jelas disebutkan bahwa besarannya harus memperhatikan kemampuan keuangan daerah. Jadi jelas di saat sekarang dimana Pendapatan Asli Daerah DKI Jakarta mengalami penurunan drastis dan bahkan mengambil utang pusat untuk Pemulihan Ekonomi maka kenaikan tunjangan tersebut adalah akal licik menguras APBD,” ujarnya.

Seyogyanya di saat sekarang ini, anggaran reses dan biaya-biaya sosialisasi dan perjalanan mestinya mengalami penurunan karena akan lebih banyak dilakukan secara online.

KOPEL Indonesia berharap rencana di koreksi oleh Kemendagri dan meminta eksekutif tidak ikut dalam permainan anggaran DPRD DKI Jakarta.

“Hal ini akan sangat menyakitkan hati warga Jakarta,” tutup Anwar.

(Al/Hms)

Awal Febri

Share
Published by
Awal Febri

Recent Posts

Wali Kota Makassar Ajak APINDO Jadi Pelopor Gerakan Ramah Lingkungan

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Selatan…

44 menit ago

Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Pembangunan, Ranperda Perhubungan Resmi Disahkan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan DPRD Kota Makassar kembali diperkuat melalui…

3 jam ago

Menaker Yassierli: Perempuan Harus Jadi Penggerak Utama Transformasi Dunia Kerja

JENEWA, TROTOAR.ID — Peran perempuan dalam transformasi dunia kerja ditegaskan harus diperkuat di tengah pesatnya…

3 jam ago

BAZNAS Bulukumba Sembelih 129 Ekor Kambing DAM Jamaah Haji, Didistribusikan ke Panti Asuhan dan Ponpes

BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Penyembelihan hewan DAM jamaah haji asal Kabupaten Bulukumba Tahun 1447 H/2026 M…

5 jam ago

Atasi Kelangkaan Gas Melon, Pemkab Luwu Salurkan Ribuan Tabung LPG 3 Kg Lewat Pasar Murah

LUWU, TROTOAR.ID – Upaya penanganan kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Luwu telah dilakukan melalui…

5 jam ago

Bupati Barru Hadiri Muscab Partai Hanura

BARRU, TROTOAR ID – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat…

5 jam ago