KPU “Tutupi” Penyelenggara Pilkada yang Reaktif Covid-19. Apakah KPU Ingin TPS Jadi Klaster Baru?

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 01 Desember 2020 17:06

KPU “Tutupi” Penyelenggara Pilkada yang Reaktif Covid-19. Apakah KPU Ingin TPS Jadi Klaster Baru?

TROTOAR.ID, Makassar – Koordinator Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Makassar, Ahmad Tang menepis terkait kabar KPU yang seolah menutupi jumlah penyelenggara Pilkada yang reaktif covid-19 di Kota Makassar.

“Mestinya hal ini tidak boleh ditutupi. Justru pembukaan data pasien atau orang terinfeksi Covid-19 terkait nama dan alamatnya maka orang kemudian tahu kalau sudah komunikasi dengan orang reaktif atau positif covid-19, jadi bisa diantisipasi,” kata dia kepada Jurnalis Trotoar. Selasa, (1/12/2020).

Menurutnya, jika hal ini transparan maka tidak akan memudahkan penularan covid-19.

“Apalagi, infeksi covid-19 bukanlah sebuah keadaan yang memalukan, kenapa mesti ditutupi,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Meski masih masa pandemi covid-19 namun Pilkada serentak 2020 tetap dilakukan, tak terkecuali di Kota Makassar.

Persiapan Pilkada kali ini nampaknya dilakukan cukup berbeda dari sebelum-sebelumnya. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pasangan Calon (Paslon) Walikota hingga para pendukungnya diharuskan mematuhi protokol kesehatan, sesuai aturan yang ada.

Tetapi hal itu tentu saja tak seideal yang diharapkan karena momen ini juga berpotensi besar membuka peluang munculnya klaster baru covid-19.

Sehingga berbagai upaya dilakukan oleh KPU Kota Makassar untuk memastikan seluruh Panitia Pemilihan aman dari paparan virus corona.

Salah satu yang dilakukan KPU bersama Pemerintah Kota Makassar adalah menggelar pemeriksaan tes cepat (rapid test) covid-19 kepada seluruh petugas KPPS, PPK dan staf kesekretariatan di setiap kecamatan yang dilaksanakan pada 13-20 November 2020, lalu.

Namun hingga saat ini, hasil dari rapid test itu belum juga tercium oleh publik terkait berapa jumlah yang reaktif covid-19, ataukah semuanya dalam kondisi aman. Pertanyaan tersebut belum juga dijawab secara pasti oleh KPU Kota Makassar.

Dari hasil tes sebelumnya, Komisioner KPU Makassar, Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM), Endang Sari enggan memberi komentar terkait jumlah KPPS dan PPK yang reaktif covid-19, Senin, (30/11/2020) dalam sebuah konferensi pers di Four Points Hotel terkait debat paslon Walikota.

Akan tetapi diketahui bahwa ada petugas PPK atau KPPS yang saat ini sedang diistirahatkan karena disinyalir reaktif covid-19.

(Al/Hms)

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional22 Juli 2026 21:05
Prabowo Lantik Sudaryono Pimpin Badan Gizi Nasional, Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso Nahkodai Universitas Republik Indonesia
Jakarta, Trotoar.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah pejabat strategis untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) dan Universitas R...
Daerah22 Juli 2026 20:56
Disdikbud Barru Tegaskan Insentif Guru TK/PAUD Belum Cair karena Regulasi, Anggaran Rp5 Miliar Sudah Disiapkan
Barru, Teotoar.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Barru menegaskan bahwa belum terealisasinya pembayaran insentif bagi guru ...
Daerah22 Juli 2026 20:51
Bupati Luwu Paparkan Strategi Perluasan Perlindungan Pekerja pada Wawancara Jamsostek Award Sulsel 2026
MAKASSAR, Trotoar.id – Bupati Luwu, Patahudding, memaparkan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenaga...
Daerah22 Juli 2026 20:47
Barru Tawarkan Industri Pengolahan Udang Terintegrasi di SSIC 2026, Proyek Diproyeksi Serap Ribuan Tenaga Kerja
Barru, Trotoar.id – Pemerintah Kabupaten Barru menawarkan proyek investasi strategis berupa industri pengolahan udang terintegrasi berbasis ekonomi ...