DILAN Minta Maaf Tidak Siapkan Amplop

Suriadi
Suriadi

Jumat, 04 Desember 2020 15:18

Paslon Dilan dalam sesi debat ke-3 di Jakarta. Jum'at, (4/12/2020).
Paslon Dilan dalam sesi debat ke-3 di Jakarta. Jum'at, (4/12/2020).

TROTOAR.ID, Jakarta – Pasangan calon nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN), menutup Debat Publik Jilid III Pilwalkot Makassar 2020 di Jakarta, Jumat (4/12), dengan manis dan meyakinkan. Pernyataan penutup alias closing statement pasangan doktor dan dokter itu pun sangat mengguggah.

Secara bergantian dan sangat kompak, Deng Ical (Syamsu Rizal) dan Dokter Fadli (Fadli Ananda), menyampaikan pernyataan penutup. DILAN beberapa kali menyampaikan pernyataan satir dan tajam terkait fenomena Pilwalkot Makassar 2020. Di antaranya yakni politik uang, aksi kekerasan hingga penikaman pendukung paslon dan hoaks.

“Saudaraku, tidak tega rasanya memberikan uang dalam amplop, karena harga diri’ta terlalu rendah jika dinilai dengan rupiah. Maafkan DILAN jika tidak melakukan kekerasan dan saling menghujat, sebab milenial tidak suka pemimpin otoriter dan angkuh,” ucap Deng Ical.

Pada kesempatan itu, mantan Wakil Wali Kota Makassar tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, relawan, parpol pengusung dan sahabat yang telah membantunya tanpa pamrih. “Terima Kasih kepada semua masyarakat, relawan, atas segala doa dan pengorbanan ta’.”

“Kepada sahabat partai pengusung dan mentor kami Pak ACO (Ilham Arief Sirajuddin, mantan Wali Kota Makassar dua periode) yang mengenalkan kesetiaan tanpa batas,” sambung pria dengan julukan Sombere’NA Makassar.

Sementara itu, Dokter Fadli menyampaikan bila kelak diberi amanah, DILAN berkomitmen mewujudkan seluruh program. Yakin dan percaya, kata dia, DILAN merupakan orang amanah, yang selalu memegang prinsip Taro Ada Taro Gau.

“Saudaraku, Deng Ical-Fadli Ananda tidak punya potongan pembohong, penebar fitnah dan omong kosong. Kami hanya tahu menolong dan bergotong royong,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, DILAN juga menyampaikan Pilwalkot Makassar 2020 bisa saja mencetak sejarah, dimana orang biasa dan selalu diremehkan akan terpilih. Syaratnya, bila warga solid memilih kandidat terbaik dan tidak termakan bujuk rayu politik uang dan intimidasi.

“Siapa sangka, orang biasa ini bertubi-tubi dihalangi bahkan diremehkan. Tapi semangat gemuruh Tunrung Pakanjara dan Gemercak Parappasa menjadi saksi seluruh warga Makassar, bahwa orang biasa akan cetak sejarah,” tukasnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen26 Juli 2026 17:27
Ketua DPRD Sulsel Hadiri Haul Akbar ke-3 Syekh Yusuf Al-Makassari, Ajak Teladani Perjuangan dan Akhlak Sang Ulama Besar
GOWA, Trotoar.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, A. Rachmatika Dewi, menghadiri Haul Akbar ke-3 Syekh Yusuf Al-Makassari Tuanta Salamaka Ri ...
Daerah26 Juli 2026 17:24
Cegah Nyeri Akibat Kerja, Tim Fisioterapi Unhas Latih Kelompok Wanita Tani di Bulukumba
Bulukumba, Trotoar.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanak...
Metro26 Juli 2026 17:17
BKPSDM Makassar Luncurkan AKSI ASN, Inovasi Berbasis AI untuk Tingkatkan Kompetensi dan Kinerja Aparatur
Makassar, Trotoar.id— Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar terus mempercepat transformasi birokrasi mel...
Parlemen26 Juli 2026 12:32
Rahman Pina Hadiri Minggu Gembira Dies Natalis ke-65 UNM
Makassar, Trotoar.id – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Rahman Pina, menghadiri kegiatan Minggu Gembira Dies Natalis ke-65 Universitas ...