TROTOAR.ID, Sinjai – Pada Senin, besok (14/12/2020). Proyek Gedung Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tersebut akan diserahterimakan, sesuai kontrak 150 hari kalender kerja. Bahwa itu adalah tanda rampungnya pembangunan tersebut.
Di gedung rawat jalan senilai Rp17 miliar itulah salah satu buruh yang sedang bekerja terjatuh dari ketinggian delapan meter pada Selasa (8/12/2020) lalu.
Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan gedung itu, dr. Emmy Kartahara mengatakan, jatuhnya buruh bangunan berinisial DP (28) dalam proyek yang ditanganinya adalah kecelakaan.
Baca Juga :
Diketahui, DP adalah pengantin baru bernasib naas, lantaran dirinya terjatuh dari tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan di lantai 3 gedung rawat jalan RSUD Sinjai yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan
Jatuhnya DP diduga akibat abai pada alat pelindung diri (APD) saat tengah bekerja.
Sementara pihak RSUD Sinjai mengaku telah berulang kali menyampaikan kepada pengawas agar para buruh memakai APD.
“Saat buruh tersebut tengah mengecat pipa paralon di lantai tiga pada bagian luar sisi kiri gedung tanpa menggunakan APD sehingga terjatuh dari lantai tiga, pada Selasa lalu,” kata Emmy kepada awak media, Minggu (13/12/2020).
DP saat ini dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar demi perawatan lebih lanjut, “Dirujuk hari Rabu, (9/12/2020) kemarin,” ujar dia.
Menurut informasi, saat ini DP mengalami rasa nyeri bagian leher dan dipasangkan Cervical Collar atau alat penyanggah leher, dan juga ada luka robek di kepala korban.
Sementara itu, pihak pelaksana PT. Harfiah Graha Perkasa, Daniel mengaku akan bertanggung jawab atas peristiwa ini.
“Kami bertanggung jawab penuh atas segala biaya perawatan dan pengobatan buruh tersebut,” kata Daniel.
(Al/Fan/Bonepos)




Komentar