Catatan LBH Makassar Sepanjang 2020: Ada 361 Korban Kekerasan oleh Aparat Kepolisian di Sulsel

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 01 Januari 2021 16:33

Konferensi Pers Akhir Tahun 2020 LBH Makassar.
Konferensi Pers Akhir Tahun 2020 LBH Makassar.

TROTOAR.ID, Makassar – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar mencatat kekerasan aparat yang tak kunjung usai, khususnya yang terjadi di Sulsel sepanjang tahun 2020. 

Direktur LBH Makassar, Muhammad Haedir mengatakan bahwa Institusi Kepolisian sebagai lembaga negara yang memikul kewajiban menjamin terpenuhi dan terlindunginya HAM dalam penegakan hukum. Hal ini melahirkan upaya-upaya reformasi di internalnya kepolisian. 

Lanjut kata Haedir sapaannya, salah satunya dengan lahirnya Peraturan Kapolri (Perkap) No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara RI, dengan menekankan prinsip penegakan hukum oleh Polri yaitu legalitas, nesesitas dan proporsionalitas 

Tetapi sejauh ini, kata Haedir, aparat kepolisian masih selalu menggunakan praktik-praktik kekerasan dalam proses penegakan hukum. Dilihat dari eskalasinya serta jumlah korbannya yang kian meningkat. 

LBH Makassar mencatat, dari bulan Januari hingga Desember 2020, pihaknya telah menerima 20 permohonan atau pengaduan yang berkaitan dengan Hak Sipil dan Politik. 

“Sepanjang 2020. Tercatat 13 peristiwa berkaitan dengan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian dengan jumlah korban sebanyak 361 orang,” kata Haedir kepada media, Jum’at (1/1/2021).

Ia menambahkan, dari 13 peristiwa; 5 kasus kekerasan saat pengamanan/penangkapan dalam aksi unjuk rasa; 4 kasus berkaitan dengan penggunaan senjata api; 1 kasus dugaan kekerasan di dalam sel tahanan; 3 kasus dengan penangkapan.  

“Dari 13 peristiwa tersebut, dua orang korban diantaranya meninggal dunia, yaitu peristiwa ‘Penembakan Berdarah’ yang terjadi pada bulan Agustus 2020 di Kelurahan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, yang menyebabkan Anjasmara (23), dan Mursalim yang meninggal di dalam sel tahanan Polres Sidrap, sementara ratusan korban kekerasan lainnya mengalami luka fisik,” beber Haedir dalam catatan akhir tahunnya. (Sr/Lt)

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized22 Agustus 2026 22:56
Atasi Krisis Air Petani, Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Sumur Bor untuk 40 Hektare Sawah di Gowa
GOWA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan sumur bor kepada kelompok tani di Desa Bori Tallasa, Kecamatan Pallangga...
Parlemen22 Agustus 2026 18:24
Salman Alfarizi Karsa Serap Aspirasi Warga Tamamaung, Beasiswa Jadi Sorotan
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Salman Alfarizi Karsa, menyerap langsung aspirasi warga dalam kegiatan Pengawasan APB...
Nasional22 Agustus 2026 17:18
Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Perintahkan Tambah Pompa dan Sumur Bor
KUBU RAYA, — Presiden Prabowo Subianto turun langsung mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Ray...
Hukum22 Agustus 2026 17:09
MA Larang JPU Ajukan Banding dan Kasasi atas Putusan Bebas, SEMA 4/2026 Terbit
JAKARTA, Trotoar.id — Mahkamah Agung (MA) menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2026 yang menegaskan bahwa jaksa penuntut umu...