TROTOAR.ID, MAKASSAR — Kongres Himpunan Mahasiswa Ke 31 yang akan digelar di Surabaya menuai kritikan dari sejumlah kader dan alumni HMI.
Pasalnya setiap calon yang akan mendaftarkan diri sebagai caketum, harus memenuhi syarat, salah satunya syarat membayar “uang muka” Saat mendaftarkan diri sebesar Rp 10 juta
Syarat ini merupakan syarat yang pertama kali dimunculkan oleh Majelis Pekerja Kongres (MPK) syarat tersebut dianggap telah mencederai hakikat dari Kongres itu sendiri.
Baca Juga :
“Membayar uang sebesar Rp10 juta merupakan syarat calon yang harus dipenuhi selain syarat utama lainnya, dan ini hal yang baru di Kongres HMI, ” Kata Syamsul Bahri Alumni HMI Cabang Gowa Raya
Mantan aktivis mahasiswa tahun 2006 ini berharap Panitia dan SC Kongres ke 31 untuk menghapus syarat tersebut sebab hal itu akan menimbulkan polemik baru ke depannya.
Bahkan bisa menjadi acuan kepengurusan akan datang dan di tingkat komisariat, cabang dan Badko nantinya juga akan berlaku
Sementara itu Mantan Ketua Badko Muhammad Natsir menayangkan adanya pungutan biaya untuk kandidat calon ketua Umum, yang menjadi syarat apa lagi nilainya cukup besar untuk kantong mahasiswa
‘Menyumbang untuk, organisasi boleh, tapi jangan jadikan itu syarat utama sebab hal itu akan menjadi budaya yang buruk, Pembayaran fee kandidat bukan budaya HMI. Jika mau kader atau calon mau sumbang pelaksanaan acara bisa saja tapi jika diwajibkan subtansinya untuk apa?, ” Tegas Nasir. (***)




Komentar