TROTOAR.ID, Makassar – Warga bernama Rahman mengatakan, penggerebekan terjadi sekitar pukul 05.00 WITA. Saat itu, petugas sempat saling kejar-kejaran dengan kedua terduga teroris tersebut.
“Sempat kejar-kejaran tadi. Baru tidak lama ada suara tembakan berkali-kali. Dan kita mau keluar rumah tapi dilarang oleh petugas,” kata Rahman di lokasi Kamis (6/1/2021).
Lebih lanjut Surahman mengatakan, terduga teroris ini kerap melakukan pengajian. Agendanya setiap hari Minggu. Dan setiap pengajian, ditaksir ada ratusan jemaah yang hadir.
“Setiap hari Minggu pengajian. Jemaahnya banyak, sampai ratusan. Kesehariannya, ia menjual bensin dan nasi kuning,” jelas dia.
Surahman juga mengatakan, keluarga terduga teroris ini sudah lama bertempat tinggal di perumahan Vila Mutiara. Hanya saja, dalam lima tahun terakhir sudah mulai tertutup dengan masyarakat lainnya.
“Lima tahun terakhir, keluarganya memang sudah agak tertutup,” kata Surahman.
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana menegaskan, tindakan tegas dan terukur dilakukan karena kedua terduga teroris ini melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan.
“Mereka sempat hendak melarikan diri, sehingga terpaksa dilumpuhkan. Kedua mayat telah dibawa ke rumah sakit (RS) Bhayangkara Makassar,” jelasnya. (Tr)




Komentar