TROTOAR.ID, Majene – Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan keanehan dan keganjilan dari gempa di Sulbar.
Padahal, kata dia, sebaran stasiun seismik BMKG sudah cukup baik di daerah tersebut. Artinya, gempa-gempa kecil pun akan dapat terekam dengan baik. Akan tetapi, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa Majene miskin gempa susulan.
“Fenomena ini agak aneh dan kurang lazim. Gempa kuat di kerak dangkal dengan magnitudo 6,2 mestinya diikuti banyak aktivitas gempa susulan,” kata Daryono dalam keterangan resmi, Sabtu (16/1).
Akan tetapi hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga hari kedua pasca gempa utama magnitudo 6,2 sampai saat ini baru terjadi 23 kali gempa susulan, tambahnya.
Jika dibandingkan dengan gempa pada umumnya, biasanya pada hari kedua sudah terjadi gempa susulan sangat banyak mencapai jumlah sekitar 100 gempa susulan, (Lt).




Komentar