Pengungsi Gempa Sulbar Diminta Pulang, Gubernur: Jangan Terlalu Senang Dikasi Sumbangan, Malu Kita

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 23 Januari 2021 16:56

Para pengungsi korban gempa di Majene Sulawesi Barat, beberapa hari yang lalu, || Dok: Istimewa.
Para pengungsi korban gempa di Majene Sulawesi Barat, beberapa hari yang lalu, || Dok: Istimewa.

TROTOAR.ID – Gempa yang menghantam Kabupaten Majene dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), tepatnya pada 15 Januari 2021, mempora-porandakan rumah warga hingga gedung swasta serta perkantoran, bahkan banyak yang rata dengan tanah.

Meski begitu, Ali Baal Masdar selaku Gubernur Sulawesi Barat tetap mendorong warganya di Memuju dan Majene untuk balik ke rumahnya masing-masing dan tidak terlalu lama di pengungsian.

“Tidak ada lagi tsunami. Tidak ada lagi, yah. Insya Allah. Jadi kembali, yang bisa dirumahnya kembali saja. jangan terlalu lama di pengusngsian lagi. Gempa-gempa juga ini akan berhenti. Insya Allah, berhenti, berhenti, itu yah,” kata Ali Baal Masdar pada Sabtu, 23 Januari 2021, hari ini.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa jangan terlalu senang diberikan sumbangan, “Jangan kita ini terlalu senang kalau dikasi sumbangan. Banyak sumbangan, tapi kita malu kalau  sering dikasi begitu, malu kita. Kalau sudah bisa kembali (ke tempat masing-masing), kembali,” ujarnya Politis Partai Golkar ini.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Sulbar saat menggelar rapat koordinasi bersama unsur pemerintah Kabupaten Mamuju dan Majene di posko induk Kantor Gubernur Sulbar terkait gempa yang melanda daerahnya.

“Saya tegaskan satu kali bahwa untuk sembako, hari ini sudah dibutuhkan oleh camat, dibutuhkan oleh masing-masing kepala desa dan lurah serta kepala lingkungan dan kepala dusun,” kata dia.

Gubemur meminta warganya pulang ke tempatnya masing-masing, “Nanti sembakonya itu diantarkan ke rumahnya masing-masing, di kecamatannya, atau di poskonya, nanti dibagikan di situ. Nanti kepala desanya atau kepala lingkungannya yang bagikan ke bawah, jadi tidak usah kemari (Dii posko induk) lagi, tidak usah,” tegasnya.

Ia menambahkan, biarkan semua ini yang mengerjakan adalah tentara, polisi, BPBD, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jadi jangan lagi mereka selalu ke sini.

Sementara bencama tersebut tentunya meninggalkan duka dan trauma yang mendalam bagi masyarakat Majene dan Mamuju, apalagi melihat harta bendanya hancur dan pekerjaannya berhenti tentu membuat mereka tak bisa berbuat apa-apa. (*)

Penulis : Ari/Lt

 Komentar

Berita Terbaru
Politik31 Juli 2026 23:51
Bawaslu Sulsel Gandeng Lima Organisasi Disabilitas, Perkuat Komitmen Wujudkan Pemilu Inklusif Tanpa Diskriminasi
MAKASSAR, Trotoar.id  – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat komitmennya mewujudkan pemilu yang inklusif da...
Metro31 Juli 2026 21:16
Ketua TP PKK Makassar Pimpin Senam Jantung Sehat, Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Aktif
MAKASSAR, Trotoar.id – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, memimpin kegiatan Senam Jantung Sehat yang digelar Pokja IV...
Metro31 Juli 2026 21:13
Jelang Aturan Baru 1 Agustus, TP PKK Makassar Door to Door Edukasi Warga Pilah Sampah dari Rumah
MAKASSAR, Trotoar.id – Menjelang pemberlakuan kebijakan baru pengelolaan sampah mulai 1 Agustus 2026, Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar bersama D...
Uncategorized31 Juli 2026 20:37
Munafri Kukuhkan FKLA Sulsel, Tegaskan Kerukunan Antarumat Beragama Jadi Fondasi Kemajuan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id  – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan modal utama dalam menjaga st...