TROTOAR.ID, MAKASSAR — Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar reses masa sidang ke II Tahun 2020/2021. reses yang dilakukan lima kecamatan di kota Makassar
Pada pertemuan tatap muka, sejumlah warga kota Makassar yang berasal dari lima kecamatan mengeluhkan tidak transparannya persoalan pendataan warga kurang mampu yang dilakukan oleh dinas sosial khusus bagi warga yang akan menerima manfaat bantuan PKH.
Keluhan tersebut disampaikan warga kepada Anggota Fraksi partai Golkar Debbie Purnama Rusdin saat menggelar reses di lima kecamatan di kota Makassar.
Baca Juga :
Salah satu warga yang menghadiri kegiatan reses Debbie Rusdin menyebutkan jika pendataan warga penerima Manfaat oleh TKSK dari dinas sosial tidak transparan,sebab banyak data warga mampu justru dimasukkan kedalam data TKSK.
“Pendataan tentang warga penerima manfaat yang dilakukan oleh tim TKSK dinas sosial tidak transparan, sehingga banyak warga mampu terdaftar sebagai penerima manfaat sehingga meminta agar sistem pendataan dilakukan perbaikan,” ungkap Mursalam, warga Kecamatan Makassar.
Bahkan dikatakan jika pendataan yang dilakukan dinas sosial melalui TKSK tdiak update, bahkan pendataan TKSK masih dilakukan dengan diam-diam dan tidak transparan sehingga banyak warga yang tidak layak menerima manfaat program PKH, terdaftar sebagai penerima.
“TKSK tak maksimal lakukan pendataan, tidak update. Pihak terkait harus evaluasi TKSK, kalau bisa dilakukan seleksi kembali. Karena banyak bantuan program PKH dan BLT warga, mereka yang berhak tak tersentuh dengan bantuan itu,” kata Saiful warga Kecamatan Wajo.
Selain itu, Sejumlah orang tua murid juga mengeluhkan persoalan zonasi penerimaan siswa, serta kuota paket internet bagi siswa yang melakukan pembelajaran daring paket juga menjadi aduan warga dalam setiap reses Debbie Rusdin.
Serta warga juga meminta kepada Debbie Purna agar kiranya apa yang menjadi aspirasi rakyat tentang bantuan untuk modal usaha bagi pelaku UMKM di tengah pandemi dapat direalisasikan, sebab banyak pelaku UMKM gulung tikar
“Saya punya usaha kerajinan tangan, membuat bunga hias dari limbah bekas. Saya butuh modal agar usaha saya ini bisa berkembang, sehingga dapat memberdayakan pemuda pengangguran di daerah saya,” harap Sainal.
Apa yang menjadi aspirasi warga dari lima kecamatan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi untuk dimasukkan dalam program pemerintah provinsi pada tahun anggaran berjalan
Sebelumnya, Debbie Rusdin menggelar reses di empat kecamatan yakni Kecamatan Tallo, Bontoala, Ujung Tanah dan Wajo. dan Kecamatan Makassar (**)




Komentar