Bone Muda Berdialog, Irwandi Natsir Tampil Bersama Akademisi Kampus

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 15 Februari 2021 18:21

Andi Irwandi Natsir bersialog Dengan Kaum milenial Muda Kabupaten Bone Dalam kegiatan Sosialisai Perda
Andi Irwandi Natsir bersialog Dengan Kaum milenial Muda Kabupaten Bone Dalam kegiatan Sosialisai Perda

TROTOAR.ID, BONE — Generasi muda sebagai tumpuan harapan pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa semakin hari semakin menunjukkan kemunduran. Jangankan berdiskusi persoalan kebangsaan, sekedar mengetahui informasi terbaru terkait pemerintahan pun kadang luput.

Pengecualian jika kabarnya viral di medsos, barulah mereka tertarik membaca. Parahnya lagi, kadang mereka lebih tertarik pada segmen negatif yang mengantarkan mereka terjebak pada komentar nyinyir, dibanding upaya menelisik subtansi persoalan yang di muat media.

Kekhawatiran tersebut, oleh Anggota DPRD Provinsi Sulsel Andi Irwandi Natsir coba diretas dalam sebuah dialog bersama akademisi dan aktivis pemuda Bone, di Gedung PGRI 13/02.

Mengangkat tema Kepemudaan dengan membedah Perda Nomor 3 Tahun 2018 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dihadapan peserta dari kalangan aktivis mahasiswa dan Ormas se-Kabupaten Bone. Hadir sebagai sebagai pembicara pertama Dr. Rahmatunnair, S.Ag, M.Ag

Dalam pemaparannya Rahmatunnair berupaya mendorong kembali semangat generasi muda untuk berdaya saing. Bahwasanya pemuda harus menyadari diri bahwa berkompetisi adalah garis takdir kehidupan manusia.

“Sejak lahir manusia telah ditakdirkan bertarung, saat terjadi pembuahan ada ribuan hingga jutaan spermatozoa berlomba mencapai sel ovarium, dan hanya satu yang akan menang selebihnya akan gugur”, bebernya.

Sementara di lain sisi, Dr. Fahrizal S.Pd, M.Pd, menyambung sebagai oembicara kedua menyampaikan hal senada. Meski lebih jauh menekankan pada peran dan fungsi pemuda masa kini yang lebih adaptif.

“Pemuda harus bersiombiosis dalam mengarungi tantangan zaman hari ini, makin kompleks persaingan tidak ada pemuda yang mampu hidup sendiri, harus ada upaya kerjasama antar satu dengan yang lainnya menembus ketatnya persaingan”, beber doktor Ical sapaan akrabnya.

Pemandu acara yang tak kalah mentereng, yakni Subarman Salim adalah penggiat literasi yang tulisannya seringkali membuat merah telinga pemerintah daerah di Bone. Menurut Subarman, meski pemuda tak boleh luput dari fenomena kebangsaan, generasi muda tidak boleh terjebak dalam dinamika politik.

“Tidak usah diajak anak muda masuk politik, kita kehilangan banyak waktu untuk urus politik, sudah terlalu banyak akses untuk dimanfaatkan sebagai media politik, anak muda harusnya fokus mengasah skillnya”, terangnya.

Menanggapi diskusi yang berkembang, Andi Irwandi memberikan pandangannya.

“Pemuda tak boleh gamang alias galau. Mereka harus percaya dengan kekuatan dan kemampuan yang mereka miliki. Mereka harus punya visi, dan punya keberanian untuk mewujudkannya”, terang Irwandi.

Menyentil pasal 12 Perda Nomor 3 Tahun 2018 Pemerintah Sulawesi Selatan Tentang Kepemudaan. Irwandi melanjutkan bahwasanya Pemuda selalu memiliki peran dan posisi strategis sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan. Di sisi lain mereka memiliki tanggung jawab menjaga dan memajukan budaya (lokal dan nasional), sekaligus memahami dan mampu berakselerasi dengan perubahan jaman.

Umar Habsi pengacara muda hadir sebagai salah satu peserta turut menanggapi, bahwasanya Perda Nomor 3 Tahun 2018 Pemprov tersebut perlu di revisi ulang. Bukan pada peran fungsi pemuda yang dimaksud pada poin 12, tetapi pada poin 4 pasal 9 yang berbunyi “Pemuda adalah laki-laki warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16-30 tahun”.

“Usia 16 tahun tidak sinkron dengan syarat permodalan dalam sistem perbankan hari ini. Dimana usia tersebut belum di bolehkan untuk menerima pinjaman modal dari Bank. Artinya tujuan kemandirian generasi muda masih jauh dari harapan”, terang Umar, alumnus Pasca Sarjana ilmu Hukum UGM tersebut.

Dialog tersebut ditutup oleh pernyataan Irwandi, bahwasanya budaya diskusi generasi muda harus senantiasa dipelihara. Dengan itu, kualitas keberlangsungan calon pemimpin bangsa dan daerah akan terjaga.

“Pesan saya, diskusi seperti ini jangan hanya berhenti didalam forum seperti ini kehadiran kami hanyalah memantik nalar dan pengetahuan kalian kembangkan terus diluar, jikalau kalian tak menemukan tempat dan teman diskusi, kami dengan senang hati senantiasa menunggu para kawan-kawan peserta dirumah”, kata Irwandi menutup pembicaraan.

Penulis : ANDI

 Komentar

Berita Terbaru
Jadi Tersangka, Firli: NA Berulang Kali Terima Fee Proyek di Sulsel
Nasional28 Februari 2021 02:17
Jadi Tersangka, Firli: NA Berulang Kali Terima Fee Proyek di Sulsel
TROTOAR. ID MAKASSAR -- Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Nurdin Abdullah Gubernur Sulawesi Selatan dalam kasus Dugaan Tindak Pidana Koru...
Jaga Kebugaran Sebelum Beraktivitas, Danny-Fatma Gowes Bareng Komunitas Sepeda
News27 Februari 2021 13:48
Jaga Kebugaran Sebelum Beraktivitas, Danny-Fatma Gowes Bareng Komunitas Sepeda
TROTOAR.ID, MAKASSAR --- Sehari pasca-dilantik sebagai walikota dan wakil walikota Makassar, Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi kompak mengawali akhir peka...
Buka Musda Toraja Utara, TP Paparkan Paradigma Golkar Baru
Politik27 Februari 2021 12:51
Buka Musda Toraja Utara, TP Paparkan Paradigma Golkar Baru
TROTOAR.ID, TORAJA UTARA -- Ketua DPD I Partai Golkar Taufan Pawe (TP) membuka musda Golkar Toraja Utara di Hotel Hiltra Rantepao, Sabtu 27 Februari 2...
Hadiri Musda Golkar Torut, Taufan Pawe Kenakan ‘Passapu’ Adat Toraja
Daerah27 Februari 2021 11:18
Hadiri Musda Golkar Torut, Taufan Pawe Kenakan ‘Passapu’ Adat Toraja
TROTOAR.id—Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Taufan Pawe, tampak mengenakan salah satu pakaian adat Toraja, yakni Passapu...