Kejaksaan Sebut Kasus Dugaan Penipuan oleh Terduga Anggota DPRD Sinjai Masih Berjalan

Suriadi
Suriadi

Kamis, 18 Februari 2021 11:49

Gedung Kejaksaan Negeri Kabupaten Sinjai, di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sinjai Utara. | Sumber: Website Kejari-Sinjai/trotoar.id
Gedung Kejaksaan Negeri Kabupaten Sinjai, di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sinjai Utara. | Sumber: Website Kejari-Sinjai/trotoar.id

TROTOAR.ID – Kepala Kejaksaan Negeri Sinjai, Ajie Prasetya, SH., MH menunggu dokumen lengkap dari kepolisian terkait laporan terhadap salah satu terduga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, berinisial MW (30) dalam kasus dugaan tindak penipuan atau penggelapan kepada korban/pelapor diinisialkan AK (33).

Kajari Sinjai mengatakan bahwa pihaknya telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), akan tetapi pihak kepolisian belum memberikan dokumen secara lengkap.

“Sudah [diterima SPDP], tapi belum lengkap [dokumennya] oleh polres,” kata Ajie Prasetya pada Kamis (18/2) kepada jurnalis trotoar.id.

Saat ia ditanya apakah kasus tersebut sudah berhenti berproses? Kajari menepis bahwa kasus itu masih jalan, pasalnya hingga saat ini belum ada surat perintah penghentian penyidikan (SP3). 

“Belum ada SP3 dari kepolisian,” terangnya.

Dikonfirmasi kepada Juanda Maulud Akbar, SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus tersebut. Ia membenarkan telah menerima kasus tersebut.

“Kasus [itu] yang baru kita  terima baru SPDP-nya. Kebetulan yang ditunjuk jaksanya saya. Tapi untuk berkas perkaranya sampai sekarang penyidik belum serahkan,” ucapnya.

Selain itu, Kapolres Sinjai AKBP Iwan Irmawan yang dikonfirmasi tak sempat memberi tanggapan terkait kasus tersebut. Tetapi ia mengarahkan agar langsung komunikasi ke bagian Reserse Kriminal.

Sementara Penyidik Polres Sinjai Brigpol Muhammad Risal menyatakan bahwa memang dalam kasus tersebut belum ada SP3 yang dikeluarkan, “Belum ada SP3,” kata dia, Sabtu (2/1/2021), kepada jurnalis trotoar.id.

Sebelumnya, melalui laporan polisi tertanggal 21 April 2020 bernomor : LP/69/IV/2020/SPKT/RES SINJAI. Dugaan penipuan bermula pada tanggal 27 Agustus 2018.

Hal itu diperkuat kembali dalam surat perintah penyidikan pada tanggal 29 Juni 2020 bernomor : SP-Sidik/235/VI/2020/Reskrim yang memerintahkan 1 penyidik dan 6 penyidik pembantu guna melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan tindak pidana penggelapan itu. (*)

Penulis : Tim trotoar.id

 Komentar

Berita Terbaru
Wabup Suaib Mansur: Ekonomi Luwu Utara Mulai Bangkit
Metro09 Maret 2021 18:25
Wabup Suaib Mansur: Ekonomi Luwu Utara Mulai Bangkit
TROTOAR.ID, LUWU UTARA --- Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2021 sec...
Segera Tunjuk Pengelola, Danny Besok Tinjau RPH Antang
Metro09 Maret 2021 18:07
Segera Tunjuk Pengelola, Danny Besok Tinjau RPH Antang
TROTOAR.ID, MAKASSAR, — Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto akan meninjau Rumah Potong Hewan (RPH), besok, Rabu (10/3/21)....
TNI-Polri Antusias Sukseskan Vaksinasi Tahap Kedua di Kabupaten Luwu
Daerah09 Maret 2021 18:03
TNI-Polri Antusias Sukseskan Vaksinasi Tahap Kedua di Kabupaten Luwu
TROTOAR.ID, BELOPA -- Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu kembali melakukan kegiatan Vaksinasi Covid-19 untuk tahap kedua yang diperuntukkan bagi pelayan p...
Dihadapan Majalah Konstruksi Jakarta, IDP Ulas Potensi Luwu Utara
Daerah09 Maret 2021 18:02
Dihadapan Majalah Konstruksi Jakarta, IDP Ulas Potensi Luwu Utara
TROTOAR.ID, MASAMBA -- Majalah Konstruksi Jakarta siang tadi menemui Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani (IDP) di ruang kerjanya. ...