TROTOAR.id—Bupati Jeneponto Iksan Iskandar melakukan sidak ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan RSUD Lanto Dg. Pasewang.
Sidak tersebut didampingi Kepala BKD, Kepala Inspektorat, Kasatpol PP dan Damkar, Kabag Protpim, dan Kabid Humas, guna menindaklanjuti hasil coffee morning setiap hari Senin yang masih ada Organisasi Perangkat Daerah yang belum maksimal dalam penyelenggaraan administrasi kepegawaian dan Keuangan di OPD masing-masing.
Bupati memastikan langsung proses dan manajemen yang berjalan di OPD, termasuk fungsi administrasi, dan laporan keuangan masing-masing OPD.
Baca Juga :
Ia berharap sidak hari ini untuk senantiasa berinovasi dan berakselerasi mengikuti laju OPD lain yang secara administrasi sudah dianggap baik.
“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi locus pertama dari Sidak yang dilakukan hari ini,” kata Bupati Iksan Iskandar.
Iksan Iskandar mendorong Dikbud untuk meningkatkan kinerjanya karena karena dianggap menjadi lokomotif dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Jeneponto.
Selain itu, “Jangan ada manajemen tusuk sate. Sekretaris harus memberikan peran strategis dalam membantu kadis menjalankan manajemen yang baik,” kata Iksan Iskandar ketika berada di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Bupati Iksan Iskandar juga menyampaikan bahwa kita dari beberapa tahun
Apalagi Kabupaten Jeneponto menargetkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tetapi belum juga tercapai. Menurut Iksan hal ini disebabkan oleh kinerja beberapa OPD yang masih di bawah dari target yang kita tetapkan.
“Untuk itu kami harus turun langsung memastikan semua OPD berjalan selaras untuk mencapai visi, misi dan rencana strategis yang telah kita tetapkan untuk Jeneponto smart,”. kata dia.



Komentar