TROTOAR.id—BPOM menerbitkan izin darurat vaksin corona AstraZeneca. Vaksin tersebut dikembangkan Oxford University.
Kepala BPOM Penny Lukito dalam jumpa pers virtual, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi vaksin AstraZeneca bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait.
“Hasil evaluasi keamanan secara keseluruhan pemberian dosis 4-12 minggu terkategori aman” katanya, Selasa (9/3).
“Efek samping masih normal, mayoritas reaksi lokal dan seismik,” kata dia
BPOM pun telah menerima hasil efikasi vaksin ini yakni 62 persen. Batas aman WHO 50 persen.
“Berdasarkan hasil evaluasi BPOM menerbitkan EUA pada 22 Februari 2021 yang lalu terhadap vaksin AstraZeneca,” tegasnya.
1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca telah tiba kemarin sore. Selain di Indonesia, vaksin ini sudah dipakai di sejumlah negara seperti Inggris, Jerman dan Korea Selatan.




Komentar