TROTOAR.id—Wakil Ketua DPRD Makassar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andi Suhada Sapaille merespons video Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Terminal Makassar Metro, Arsoni, yang beredar.
Dalam video itu nampak Arsoni memegang senjata tajam jenis golok atau parang yang tengah bersitegang dengan seseorang yang diduga adalah preman di Terminal Regional Daya, Makassar, Sulawesi Selatan.
Dimana diketahui, Arsoni adalah kader PDIP, sehingga trotoar.id mengkonfirmasi Andi Suhada Sapille selaku Ketua Partai Banteng di Kota Makassar.
Baca Juga :
Menanggapi aksi Arsoni yang bawa parang. Suhada selaku dewan baru tahu dan baru melihat peristiwa ini. Ia juga menyebut bahwa sepertinya baru dirinya di DPRD Kota Makassar yang mengetahuinya.
“Saya saja baru lihat (Tindakan Arsoni) ini. Dan mungkin dewan lain belum lihat,” tulisnya via WhatsApp, Selasa (16/3)
Ia prihatin atas kondisi PD Terminal. Suhada seolah melihat ini akibat kesalahan pihak pengamanan karena kurangnya pengawalan.
Suhada menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut akibat longgarnya pengawasan.
“Kondisi terminal memang memprihatinkan setelah kami, Komisi B, datang kunjungan langsung ke PD Terminal. Ini karena kurangnya pengawasan dari petugas keamanan jadi kejadian di atas itu juga akibat dari longgarnya pengawasan,” ujarnya.
Atas perkataan Ketua PDIP Makassar. Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol Edhy Supriadi Idrus angkat suara. Ia mengatakan bahwa antara Dirut PD Terminal dan warga, itu sama-sama melapor ke kepolisian.
“Sama-sama saling melapor. Jadi Kapolsek setempat [Polsek Biringkanaya, red] akan segera melakukan mediasi,” kata Edhy via telepon kepada jurnalis trotoar.id, Selasa (16/3)
***




Komentar