Trotoar.id, Makassar — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Ke X Partai Golkar Kabupaten Sinjai, tensi politik di internal semakin meninggi.
Pasalnya beberapa pimpinan Kecamatan Golkar kabupaten Sinjai meminta kepada DPD I Golkar Sulsel untuk tidak mengintervensi proses pelaksanaan Musda ke X Kabupaten Sinjai
Bukan cuma intervensi, bahkan DPD I mengeluarkan ancaman akan mengganti Plt Golkar Sinjai jika tdk bisa mempersiapkan Pelaksanaan musda Partai Golkar di kab Sinjai dg benar.
Baca Juga :
- Pihak Pemohon Harap Mahkamah Partai Batalkan Hasil Musda Golkar Sinjai, Kartini Ottong: Kita Tunggu Hasilnya
- Kepada Andi Kartini, TP: Harga Mati, Golkar Sinjai Harus Rebut Bupati 2024, dan Tambah Delapan Kursi di DPRD
- Aklamasi, Andi Kartini Ottong Nahkodai Golkar Sinjai, TP: Riak-riak Jelang Musda Adalah Dinamika Biasa
Hal itu disampaikan Basri perwakilan salah satunya pimpinan kecamatan yang melakukan pertemuan dengan Ketua DPD I Taufan Pawe minggu kemarin
“DPD I ingin Kartini Ottong untuk di menangkan dalam musda, karna beliau adalah kader Golkar yg telah duduk sebagai fraksi Golkar dua periode dan sekarang wakil bupati sinjai
Dia berharap musda Ke X Partai Golkar Sinjai bisa berjalan dengan dinamika internal yang mengajak kedewasaan politik para kader Partai Golkar, bahkan dua kandidat bisa bersaing tanpa campur tangan DPD I
Sebab selama ini dikatakan H Kartini belum memenuhi syarat dukungan 30 persen, sebagaimana diatur dalam juklak 02 tahun 2020.
“Kita mau musda di Sinjai berjalan dengan dinamika, bukan dengan intervensi, karena kami ingin siapa yang jadi Ketua keinginan Kader bukan keinginan DPD I,” Tegasnya
Diketahui musda Partai Golkar Sinjai diikuti oleh dua kandidat bakal calon ketua DPD masing Mading Kartini Ottong yang juga Wakil Bupati Sinjai dan Kahar.




Komentar