Diduga Gegara Proyeknya Diprotes, Oknum Pegawai PDAM Hantam Warga

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Kamis, 03 Juni 2021 16:38

Ilustrasi pengeroyokan.
Ilustrasi pengeroyokan.

TROTOAR, MAKASSAR—Dikabarkan oknum pegawai PDAM Kota Makassar telah melakukan pengeroyokan terhadap warga di lokasi Kompleks PDAM Jalan Dr Ratulangi Kelurahan Mangkura, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, pada Rabu 2 Juni 2021.

1.Kronologi versi warga

Bermula dari adanya pengangkut material proyek pembangunan sarana olahraga yang terletak di ujung kompleks PDAM Kota Makassar. 

Sebelum dikerjakan, warga dan pihak PDAM sempat bersepakat agar pengakutan material proyek hanya sampai pukul, 18.00 Wita karena di lokasi itu padat penduduk.

Tetapi pada faktanya, pengangkutan material dilakukan sampai pukul, 23.00 Wita. Mobil truk masih beraktivitas di lokasi, sebagaimana disebutkan oleh warga, Akbar Busthami.

Karena perjanjian batas aktivitas proyek dilanggar, sehingga warga menghadang atau menghentikan pengerjaan itu.

Selain itu, penyebab lain, kata Akbar, karena warga protes atas pembangunan ruang terbuka hijau yang mengakibatkan banjir pada kompleks warga.

Dari masalah itu, Akbar Busthami mengaku dipukul oleh  pegawai PDAM, sehingga memicu memar dan bercak merah serta luka bengkak di dahinya.

“Saya dipukul oleh beberapa oknum pegawai PDAM Kota Makassar sehingga dahi saya bengkak, dan mata kanan saya tidak berfungsi dengan baik karena luka memar dan bercak merah,” kata Akbar seperti beredar di media.

Mustajab (47), juga mengaku korban dari pengeroyokan itu mengakibatkan cedera pada lutut dan mulut.

2.Tanggapan pihak PDAM

Dikonfirmasi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Anugrah Alkautzar Hambali mengatakan bahwa siapa yang tidak marah kalau kantornya diserang duluan.

“Sebenarnya ini persoalan karena warga duluan yang datang menyerang malam-malam, bahkan ada yang bawa parang,” ujarnya.

Sementara pemukulan itu dibenarkannya, “Jadi semua itu karena spontanitas karyawan. Siapa yang tidak marah kalau kantornya di serang,” tuturnya, Kamis 3 Juni 2021, kepada Jurnalis Media Trotoar.

Ia juga menjelaskan bahwa kejadiannya itu pada Selasa, 1 Juni 2021 malam. Kemudian besoknya pada Rabu, 2 Juni 2021 siang, pihak PDAM mendatangi warga untuk memediasi.

“Besok pagi kita datang mediasi cuman susah dibendung emosinya karyawan,” kuncinya.

(Al/Ltf)

 Komentar

Berita Terbaru
News25 Juni 2021 17:55
Kumpulkan Semua Calon Kades, Akram Ingin Malangke Jadi Percontohan Pilkades di Luwu Utara
Trotoar.id, Malangke --- Plt. Camat Malangke, Akram Risa, tak ingin sekadar menyukseskan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), ...
Daerah25 Juni 2021 17:49
Ini Harapan Anak-anak WBP LPKA Kelas II Maros
Trotoar.id, Bulukumba -- Anak-anak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II di...
Daerah25 Juni 2021 17:45
TP PKK Luwu Kunjungi Korban Kebakaran di Cimpu
Trotoar.id,, Bulikimba – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Luwu, Hayarna Basmin bersama rombongan mengu...
News25 Juni 2021 17:13
Besok Musda Sinjai Di Buka, TP, Kader Golkar Segel Kantor dan Boikot Musda
Trotoar.id, Sinjai -- Dinamika politik Partai Golkar Kabupaten Sinjai jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) semakin memanas, dimana sejumlah ka...