Jangan Teledor! Keamanan Digital Ada di Tangan Kita

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Senin, 09 Agustus 2021 17:46

Jangan Teledor! Keamanan Digital Ada di Tangan Kita

Trotoar.id, Bulukumba – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 Agustus 2021 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”.

Program kali ini diikuti oleh 642 peserta serta menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Regional Head OVO Kalimantan dan Sulawesi, Imelda Christiana; peneliti ekonomi digital LIPI, Nika Pranata; Co-Founder Frodigi Digital Agencies, Andi Mauraga; serta kreator konten, Valentina Melati.

Adapun bertindak sebagai moderator adalah praktisi Public Relation Sinta Pramucitra. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Baca Juga  Diskominfo-SP Sulsel Luncurkan Portal Satu Data Sulsel

Pemateri pertama adalah Imelda Christiana yang membawakan tema “Aman Bertransaksi Digital”. Dia mengingatkan untuk menjaga keamanan uang elektronik dengan menggunakan keamanan ekstra seperti PIN dan One Time Password (OTP).

“Kalau ada oknum yang tiba-tiba minta PIN atau OTP, jangan pernah berikan. Selama kita tidak berikan PIN dan OTP,  saldo uang elektronik kita akan aman,” tuturnya. 

Berikutnya, Nika Pranata menyampaikan topik “Etika dan Peraturan yang Berlaku untuk Transaksi Digital”. Nika mengatakan, dalam berjualan daring, penjual harus memastikan produk yang dijual di deskripsikan dengan jelas jenis, merek, dan keterangan produknya.

Selain itu, penjual juga harus menghargai hak kekayaan intelektual (HKI) dengan tidak sembarangan mengambil foto produk orang. “Lebih baik foto sendiri dan supaya foto kita tidak diambil juga sebaiknya tambahkan watermark nama toko kita di fotonya,” saran dia.   

Baca Juga  Akses Konten dan Laman Positif di Internet untuk Media Belajar Anak

Sebagai pemateri ketiga, Valentina Melati membawakan tema “Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Menurut Valentina, pelanggan adalah kunci usaha kita tetap bertahan. Untuk itu, setiap keluhan pelanggan harus ditangani dengan baik demi kemajuan usaha.

“Tempatkan diri sebagai pendengar dan jawab pertanyaan pelanggan dengan sabar. Selesaikan masalah dengan baik, dijamin pelanggan tidak akan pindah ke toko lain,” katanya.

Adapun pemateri terakhir, Andi Mauraga, menyampaikan tema “Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”. Andi menyebutkan salah satu bentuk kejahatan digital adalah pengambilalihan akun. Hal ini bisa terjadi ketika oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan keteledoran pengguna.

“Misalnya, kita membuka akun di komputer publik lalu menutupnya tanpa logout dulu. Akhirnya, akun kita dibuka dan disalahgunakan. Ingat! secanggih apapun aplikasi, sesungguhnya keamanan digital itu di tangan kita sendiri,” tegasnya.

Usai pemaparan materi oleh semua narasumber, acara dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Para peserta tampak antusias mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Baca Juga  Perluas Penerapan TTE, Diskominfo Sidrap Beri Pendampingan Kepala PAUD Tiga Kecamatan

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Jika ada kasus peretasan di media sosial pribadi, apa yang harus dilakukan dan jika pelakunya meminta sejumlah uang apakah bisa melapor?” tanya Magdalena Kurnia, salah satu peserta kegiatan literasi digital.

Andi Mauraga mengatakan, korban peretasan bisa melapor ke kepolisian, Kemenkominfo, ataupun ke layanan pelanggan (customer service) dari media sosial tersebut.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Penulis : Upi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...
Daerah01 November 2026 13:49
Tinjau Jalan Rusak di Kampale, Syaharuddin Alrif Realisasikan Perbaikan dan Salurkan Bantuan Bedah Rumah
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau pekerjaan perbaikan jalan di Desa Kampale, Kecama...
Metro01 November 2026 11:30
Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market sebagai Panggung Baru UMKM
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus mencari ruang baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui peluncuran Mak...