TROTOAR.ID, JAKARTA – Dalam sebuah diskusi, sang moderator bertanya kepada Pengamat Rocky Gerung terkait kemampuan Indonesia mengubah dirinya hanya dalam sehari dari negara paling berbahaya menjadi negara paling aman di dunia.
Rocky lalu menjawab bahwa istana selalu memiliki cara untuk memoles dirinya, “Ketika kita naik ke istana negara ada karpet merahnya tuh, seolah-olah karpet itu wangi, padahal sudah disemprot sama 30 liter parfum,” kata data dalam sebuah tayangan channel YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (11/8).
ia menambahkan bahwa di bawa karpet merah itu ada sampah. “Jadi sampah itu ditumpuk karpet merah supaya nggak keliatan dan nggak bau,” tuturnya.
Sehingga, kata dia, ketika ganti presiden dan karpet merahnya diangkat, “Sampah ada di situ termasuk si presiden pembuang sampah di situ,” ungkapnya.
Menurut Rocky ini satu paket dengan politik pencitraan istana yang terus menerus memberi sinyal palsu.
Ia menilai bahwa Indonesia sulit untuk memahami secara riil problem yang ada karena justru dimanipulasi.
Bahkan ia menyebut secara terang bahwa manipulasi tersebut diinisiasi oleh istana.
“Bukannya akal sehat yang dipakai tapi akal bulus yang ditambah,” tambahnya.




Komentar