TROTOAR.ID, JAKARTA – Meski angka covid-19 terus naik, tetapi Presiden Joko Widodo tak menegur Luhut Binsar Pandjaitan dan Airlangga Hartarto yang telah ia tugaskan untuk memimpin pengendalian covid di tanah air.
Pengamat Politik Rocky Gerung melihat ini sebagai fenomena politik Jokowi. “Kalau saya lihat ini Pak Jokowi gak mau tegur Pak Luhut, gak mau tegur juga Pak Airlangga yang dua-duanya gagal sebetulnya karena angka covid naik terus, kematian naik lalu dihilangkan angkanya,” tuturnya di sebuah kanal YouTube, Kamis (12/8).
Padahal, kata Rocky, Airlangga ini diwajibkan untuk menghasilkan kebijakan yang mengurangi penderitaan rakyat di luar Jawa dan Bali tetapi gagal.
Baca Juga :
“Tapi kita lihat dia gak boleh ditegur itu artinya Pak Jokowi ini lagi cari selamat menuju Golkar karena dia lagi dikejar-kejar oleh Ibu Mega dan Puan,” ungkapnya.
Menurutnya, Jokowi ini kelihatan hanya bermain-main politik. Padahal, kata Rocky, kesalahan Golkar dalam soal pandemi lebih besar dari PDIP.
Ia menambahkan bahwa Golkar menguasai banyak bidang, mulai dari Infrastruktur penyelesain covid hingga kefarmasian.
“Sebetulnya Golkar yang harus ditagih dipertanggungjawabkan karena Golkar yang menguasai infrastruktur penyelesaian covid,” ungkapnya.
Tetapi lagi-lagi, kata Rocky, Jokowi adalah pemain politik sehingga tak ingin menegur Airlangga, “Jokowi menganggap kalau dia bermusuhan dengan Golkar itu artinya gak ada lagi yang lindungi dia, jadi Pak Jokowi ini seorang politisi yang lihai,” tandasnya.
Namun kelihaian Jokowi itu, bagi Rocky, adalah lihai memanfaatkan penderitaan rakyat dengan mengedepankan penyelamatan politiknya di tengah krisis pandemi. (Alam)



Komentar