MAKASSAR – Ada buku ‘catatan sakti’ yang dimiliki oleh Mega yang isinya adalah tulisan tangan berisi paket proyek dan orang-orang yang telah disiapkan untuk mengerjakannya.
Hal ini dibeberkan oleh Eks Kepala Biro Pembangunan di Pemrintah Provinsi Sulawesi Selatan, Jumras, saat dirinya hadir bersaksi dalam sidang kasus suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel atas Terdakwa Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis, 26 Agustus 2021.
Catatan Mega soal proyek dibeberkan oleh Jumras bahwa isinya adalah soal paket proyek di DPA tahun 2019 lalu. Tetapi Jumras lupa siapa nama-nama kontraktor tersebut karena dalam catatan yang diperlihatkan oleh Mega hanyalah berisi inisial dari nama kontraktor yang telah ditentukan untuk mengerjakan proyek.
Baca Juga :
“Nama kontraktornya hanya inisial yang dikasi,” tuturnya.
Anehnya, Jumras tidak melihat nama Agung Sucipto ataupun inisialnya saat diberikan oleh Mega. “Tidak ada nama Agung Sucipto,” tambahnya.
Kesaktian ‘Bu Mega’ dan bukunya memang tak sebatas mengatur proyek, kata Jumras, tetapi juga memiliki keberanian mengintervensi pengadaan di dinas-dinas.
“Bukan hanya PU (yang diintervensi). (Di bidang) pertanian juga ada, rest area, dan lain-lain,” tutur Jumras.
Bahkan ipar dari Nurdin Abdullah yakni Almarhum Taufik Fachruddin juga disebut oleh Jumras melakukan hal yang sama dengan Mega.
Almarhum Taufik disebut juga suka menitip nama ke Biro Pembangunan.
Karena seking banyaknya keluarga dari Nurdin Abdullah yang mengatur proyek sehingga Jumras pusing dan kebingungan sendiri.
“Keluarganya (Nurdin Abdullah) hanya bawa nama, proyek ini, yang kerja ini,” tambhanya.
Saat Taufik Fachruddin memberikan nama ke Jumras. Nama Nurdin Abdullah tidak disebut bahwa ini adalah perintah dari Gubernur saat itu.
“Saat itu dia (keluarga NA) tidak bilang ada perintah dari Gubernur,” ujar Jumras.
Meski begitu, Jumras mengaku tak sempat memenuhi permintaan keluarga Nurdin Abdullah karena dicopot sebelum memenuhi permintaan keluarga NA.
Dirinya mengaku dicopot usai bertemu dengan seorang kontraktor bernama Agung Sucipto dan Ferry Tanriady. (Alam)



Komentar