‘Catatan Sakti’ Sang Pengatur Proyek Pemprov Sulsel, Nama Almarhum Taufik Fachruddin Juga Disebut

Awal Febri
Awal Febri

Kamis, 26 Agustus 2021 17:22

Jumras Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Sulsel memberikan Keterangan dalam Sidang Terdakwa Agung Sucipto. Kamis (24/6). (DOK:Alam)
Jumras Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Sulsel memberikan Keterangan dalam Sidang Terdakwa Agung Sucipto. Kamis (24/6). (DOK:Alam)

MAKASSAR – Ada buku ‘catatan sakti’ yang dimiliki oleh Mega yang isinya adalah tulisan tangan berisi paket proyek dan orang-orang yang telah disiapkan untuk mengerjakannya.

Hal ini dibeberkan oleh Eks Kepala Biro Pembangunan di Pemrintah Provinsi Sulawesi Selatan, Jumras, saat dirinya hadir bersaksi dalam sidang kasus suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel atas Terdakwa Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis, 26 Agustus 2021.

Catatan Mega soal proyek dibeberkan oleh Jumras bahwa isinya adalah soal paket proyek di DPA tahun 2019 lalu. Tetapi Jumras lupa siapa nama-nama kontraktor tersebut karena dalam catatan yang diperlihatkan oleh Mega hanyalah berisi inisial dari nama kontraktor yang telah ditentukan untuk mengerjakan proyek.

“Nama kontraktornya hanya inisial yang dikasi,” tuturnya.

Anehnya, Jumras tidak melihat nama Agung Sucipto ataupun inisialnya saat diberikan oleh Mega. “Tidak ada nama Agung Sucipto,” tambahnya.

Kesaktian ‘Bu Mega’ dan bukunya memang tak sebatas mengatur proyek, kata Jumras, tetapi juga memiliki keberanian mengintervensi pengadaan di dinas-dinas.

“Bukan hanya PU (yang diintervensi). (Di bidang) pertanian juga ada, rest area, dan lain-lain,” tutur Jumras.

Bahkan ipar dari Nurdin Abdullah yakni Almarhum Taufik Fachruddin juga disebut oleh Jumras melakukan hal yang sama dengan Mega.

Almarhum Taufik disebut juga suka menitip nama ke Biro Pembangunan.

Karena seking banyaknya keluarga dari Nurdin Abdullah yang mengatur proyek sehingga Jumras pusing dan kebingungan sendiri.

“Keluarganya (Nurdin Abdullah) hanya bawa nama, proyek ini, yang kerja ini,” tambhanya.

Saat Taufik Fachruddin memberikan nama ke Jumras. Nama Nurdin Abdullah tidak disebut bahwa ini adalah perintah dari Gubernur saat itu. 

“Saat itu dia (keluarga NA) tidak bilang ada perintah dari Gubernur,” ujar Jumras.

Meski begitu, Jumras mengaku tak sempat memenuhi permintaan keluarga Nurdin Abdullah karena dicopot sebelum memenuhi permintaan keluarga NA.

Dirinya mengaku dicopot usai bertemu dengan seorang kontraktor bernama Agung Sucipto dan Ferry Tanriady. (Alam)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro16 April 2026 19:25
Pemkot Makassar Genjot Realisasi APBD, Munafri Tekankan Akselerasi Program Berdampak
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar mulai menggenjot percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 memasuki tr...
Metro16 April 2026 19:23
Evaluasi OPD, Munafri: Triwulan I Penentu Arah, Jangan Sampai Salah Langkah
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa triwulan I menjadi fase krusial dalam menentukan arah pembangunan sep...
Parlemen16 April 2026 19:19
Bersama Ketua MPR, Kamrussamad Bertemu Duta Besar Arab Saudi
Trotoar.id — Anggota DPR RI, Kamrussamad, mendampingi Ketua MPR RI dalam pertemuan strategis bersama pimpinan pondok pesantren, para ulama, sert...
Politik16 April 2026 19:15
Peluang Ilham Arief Sirajuddin di Musda Golkar Sulsel Tersandung Dinamika Internal
MAKASSAR, Trotoar.id — Peluang Ilham Arief Sirajuddin untuk memimpin Partai Golkar Sulawesi Selatan pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang disebut...