Musda Digelar di Makassar, Kader Golkar Toraja Teriak: Jangan Salahkan Kami Kalau Airlangga Kalah

Suriadi
Suriadi

Jumat, 27 Agustus 2021 19:13

Puluhan Kader Golkar Tana Toraja menggelr Aksi Penolakan Musda Golkar yang di Gelar Di Makassar
Puluhan Kader Golkar Tana Toraja menggelr Aksi Penolakan Musda Golkar yang di Gelar Di Makassar

Trotoar.id, Makassar — Jelang Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Muda) Ke X Parta Golkar Kabupaten Tanah Toraja yang digelar di Kota Makassar, sejumlah kader Partai Golkar Tator menggelar unjuk rasa penolakan musda diluar daerah 

Unjuk rasa yang dilakukan kader partai Golkar dengan membentangkan kertas yang bertuliskan “Kami tidak bertanggung jawab atas pemenang Partai Golkar dan ketua Umum Airlangga Hartarto di Pilpres mendatang, jika musda Partai Golkar Tator tetap dilaksanakan di Kota Makassar” 

Selain itu kader Partai Tana Toraja juga mendesak DPP Partai Golkar mengambil sikap atas tindakan semena-menang yang dilakukan DPD I dengan memberhentikan sejumlah Pimpinan Kecamatan definitif se kabupaten Tana Toraja. 

Sebagaimana diatur dalam PO nomor 02 tahun 2020, ditegaskan masa jabatan Pimpinan Kecamatan dapat diperpanjang, hingga musyawarah daerah telah dilaksanakan. 

“Pulihkan hak Pimpinan kecamatan yang telah dihentikan yang mana kebijakan tersebut bertentangan dengan PO Partai Golkar,” Bunyi Tulisan dalam kertas yang dibentangkan kader Golkar Tator

Senior Partai Golkar Tana Toraja Adolf CH Pakke yang dikonfirmasi mengatakan apa yang dilakukan kader merupakan kegelisahan filu

Dia menambahkan, jika proses musda ke X Partai Golkar Tana Toraja di Makassar juga telah mencederai hati rakyat Tana Toraja, s 

Hingga kader Golkar Tana Toraja meminta kepada DPD I alasan mendasar hingga pelaksanaan musda Partai Golkar Tana Toraja dipindahkan ke Makassar. 

“Jika cuma alasan PPKM, apa bedanya dengan Makassar yang juga memberlakukan PPKM yang sama,” Jelasnya 

“Jangan anggap Tana Toraja sebagai daerah yang tidak bisa melaksanakan musda Partai Golkar, jangan paksa kami untuk bertindak dan melakukan perlawanan, dan jika tetap dilaksanakan maka kami serentak akan hengkang dari partai Golkar dan tidak bertanggung jawab atas kemenangan Airlangga Hartarto pada pilpres mendatang, ” Tegasnya 

Dia juga mengatakan, jika DPD mendiskreditkan Partai Golkar Tana Toraja, sebab beberapa daerah saat ini jisa melaksanakan musda di daerah masing-masing, tapi kok justru musda Tator dipindahkan ke makassar. 

Jika DPD I tetap memaksakan Musda digelar, besok, maka Kader Golkar di Toraja akan menempuh jalur hukum dengan meminta keadilan ke Mahkamah Partai Golkar. 

“Kami tidak akan tinggal diam, kami akan melaporkan semua pelanggaran yang dilakukan DPD I ke mahkamah Partai, karena kami meyakini jika sikap DPD mencopot seluruh Pincam hasil muscab bertentangan dengan PO Partai Golkar,” Katanya 

Dirinya juga meminta kepada Ketua Umum dan DPP Partai Golkar untuk tidak tinggal diam melihat kondisi yang terjadi di golkar, dan jika dibiarkan maka diyakini Golkar tidak akan menjadi pemenang, 

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Metro09 Mei 2026 22:43
Kafilah MTQ Makassar Raih 47 Juara, Wali Kota Munafri Arifuddin Berikan Bonus
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi berupa bonus kepada kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Makassar yang ...
Olahraga09 Mei 2026 22:32
Munafri Arifuddin Buka Sipakracca MMA Sulsel, 100 Atlet Siap Bertarung Menuju Level Dunia
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong prestasi olahraga dengan menjadi tuan rumah turnamen perdana Si...
Metro09 Mei 2026 21:06
Pemkot Makassar Terapkan Sistem Merit Berbasis Digital, Munafri Tegaskan Karier ASN Harus Transparan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong reformasi birokrasi melalui penerapan sistem merit berbasis digital dalam pengelolaa...
Daerah09 Mei 2026 21:04
Bupati Sidrap Dorong Petani Modern, Kolaborasi Teknologi dan Mekanisasi Jadi Kunci
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa transformasi menuju petani modern harus ditopang oleh ko...