Trotoar.id, Makassar — Jelang Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Muda) Ke X Parta Golkar Kabupaten Tanah Toraja yang digelar di Kota Makassar, sejumlah kader Partai Golkar Tator menggelar unjuk rasa penolakan musda diluar daerah
Unjuk rasa yang dilakukan kader partai Golkar dengan membentangkan kertas yang bertuliskan “Kami tidak bertanggung jawab atas pemenang Partai Golkar dan ketua Umum Airlangga Hartarto di Pilpres mendatang, jika musda Partai Golkar Tator tetap dilaksanakan di Kota Makassar”
Selain itu kader Partai Tana Toraja juga mendesak DPP Partai Golkar mengambil sikap atas tindakan semena-menang yang dilakukan DPD I dengan memberhentikan sejumlah Pimpinan Kecamatan definitif se kabupaten Tana Toraja.
Baca Juga :
Sebagaimana diatur dalam PO nomor 02 tahun 2020, ditegaskan masa jabatan Pimpinan Kecamatan dapat diperpanjang, hingga musyawarah daerah telah dilaksanakan.
“Pulihkan hak Pimpinan kecamatan yang telah dihentikan yang mana kebijakan tersebut bertentangan dengan PO Partai Golkar,” Bunyi Tulisan dalam kertas yang dibentangkan kader Golkar Tator
Senior Partai Golkar Tana Toraja Adolf CH Pakke yang dikonfirmasi mengatakan apa yang dilakukan kader merupakan kegelisahan filu
Dia menambahkan, jika proses musda ke X Partai Golkar Tana Toraja di Makassar juga telah mencederai hati rakyat Tana Toraja, s
Hingga kader Golkar Tana Toraja meminta kepada DPD I alasan mendasar hingga pelaksanaan musda Partai Golkar Tana Toraja dipindahkan ke Makassar.
“Jika cuma alasan PPKM, apa bedanya dengan Makassar yang juga memberlakukan PPKM yang sama,” Jelasnya
“Jangan anggap Tana Toraja sebagai daerah yang tidak bisa melaksanakan musda Partai Golkar, jangan paksa kami untuk bertindak dan melakukan perlawanan, dan jika tetap dilaksanakan maka kami serentak akan hengkang dari partai Golkar dan tidak bertanggung jawab atas kemenangan Airlangga Hartarto pada pilpres mendatang, ” Tegasnya
Dia juga mengatakan, jika DPD mendiskreditkan Partai Golkar Tana Toraja, sebab beberapa daerah saat ini jisa melaksanakan musda di daerah masing-masing, tapi kok justru musda Tator dipindahkan ke makassar.
Jika DPD I tetap memaksakan Musda digelar, besok, maka Kader Golkar di Toraja akan menempuh jalur hukum dengan meminta keadilan ke Mahkamah Partai Golkar.
“Kami tidak akan tinggal diam, kami akan melaporkan semua pelanggaran yang dilakukan DPD I ke mahkamah Partai, karena kami meyakini jika sikap DPD mencopot seluruh Pincam hasil muscab bertentangan dengan PO Partai Golkar,” Katanya
Dirinya juga meminta kepada Ketua Umum dan DPP Partai Golkar untuk tidak tinggal diam melihat kondisi yang terjadi di golkar, dan jika dibiarkan maka diyakini Golkar tidak akan menjadi pemenang,




Komentar