Tak Mampu Jalankan Perintah Partai, Kader Minta DPP Golkar Copot TP

Suriadi
Suriadi

Senin, 30 Agustus 2021 18:55

Trotoar.id, Makassar — Tenggang waktu yang diberikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar kepada Taufan Pawe sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel untuk menuntaskan musda di delapan kurung waktu 14 hari tampaknya sulit terwujud 

Pasalnya di hari ke 11 setelah instruksi DPP tersebut disampaikan, DPD I Golkar Sulsel baru bisa menyelesaikan tugas musda dan dari tiga daerah yang menggelar musda dua daerah menolak pelaksanaan musda yang di gelar beberapa hari yang lalu. 

Ke kisruhan yang terjadi di kabupaten Tana Toraja Bulukumba bukan tanpa sebab, para kader Golkar menilai jika proses pelaksanaan musda melenceng dari aturan main organisasi buang diatur dalam PO 02 tahun 2020.

Hingga para kader Golkar di daerah, bukan saja Bulukumba dan Tana Toraja meminta kepada DPP Partai Golkar Konsisten dan bersikap atas kekisruhan yang terjadi 

Sebab kekisruhan internal Partai Golkar jelas akan berdampak besar pada elektoral Partai termasuk elektoral Ketua Umum yang telah ditetapkan sebagai calon Presiden usungan Golkar 

“Kami prihatin atas kondisi ini, kemarahan kader Golkar di daerah diakibatkan adanya pembiaran pelanggaran organisasi yang dilakukan DPD I, termasuk menyetujuinya pergantian Pincam yang sudah jelas bertentangan dengan PO 02 tahun 2020,’ kata Aldof CH Pakke. 

Hingga dia meyakini, jika kondisi partai Golkar terus berlarut seperti ini maka Golkar akan ditinggal jauh oleh partai partai lain, yang mana partai lain saat ini sudah jauh melangkah, Golkar sendiri masih berada di seputar kistuh dan per kotak-kotakan

Kita tidak ingin, Golkar akan jatuh pada posisi terpuruk, sehingga penyelamatan partai harus dilakukan oleh DPP, agar kondisi kekisruhan di internal partai dan akan berdampak pada pada elektabilitas partai Golkar. 

“Kita tidak ingin elektabilitas partai tergerus cuma karena ketidak konsistenan pimpinan kader dalam menjalankan organisasi yang berpedoman pada AD/ART dan PO partai Golkar,” Ulasanya 

Kader Bulukumba Sudirman meminta kepada DPP untuk segera mencopot Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar Sulsel lantaran dia melihat Golkar akan semakin terpuruk dan tidak berhasil membawa Golkar semakin maju. 

“Copot Taufan Pawe, dia orang yang tidak berhasil memimpin Golkar Sulsel, dan tidak paham tentang aturan organisasi,” Kata Sudirman jendral lapangan Aliansi Loyalis Partai Golkar 

Keberadaan TP sebagai Ketua Golkar Sulsel selama setahun pasca Musda ke X, dianggap gagal, sebab terpecah di internal partai terjadi karena kemampuan dia menjadi pemimpin pada organisasi partai politik masih dangkal, 

Bahkan setahun setelah ditetapkan sebagai Ketua Golkar Sulsel, ke kisruhan yang terjadi di beberapa daerah akibat tindakan yang diambil tidak berdasar pada AD/ART Partai Golkar. 

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan atas instruksi Ketua Umum TP di minta segera menyelesaikan proses musda di beberapa daerah selama 14 hari, termasuk menjalankan organisasi berdasarkan AD/ART dan PO Partai Golkar. 

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro09 Mei 2026 22:43
Kafilah MTQ Makassar Raih 47 Juara, Wali Kota Munafri Arifuddin Berikan Bonus
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi berupa bonus kepada kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Makassar yang ...
Olahraga09 Mei 2026 22:32
Munafri Arifuddin Buka Sipakracca MMA Sulsel, 100 Atlet Siap Bertarung Menuju Level Dunia
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong prestasi olahraga dengan menjadi tuan rumah turnamen perdana Si...
Metro09 Mei 2026 21:06
Pemkot Makassar Terapkan Sistem Merit Berbasis Digital, Munafri Tegaskan Karier ASN Harus Transparan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong reformasi birokrasi melalui penerapan sistem merit berbasis digital dalam pengelolaa...
Daerah09 Mei 2026 21:04
Bupati Sidrap Dorong Petani Modern, Kolaborasi Teknologi dan Mekanisasi Jadi Kunci
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa transformasi menuju petani modern harus ditopang oleh ko...