MAKASSAR – Sudah kurang lebih 2 tahun dunia dihantui dengan serangan sesuatu yang tak kasat mata hingga merenggut nyawa manusia. Bagi sebagian besar orang kesehatan menyebut ini virus.
Yang belakangan dideteksi dengan nama Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Tetapi apa jadinya jika seorang dokter sendiri yang membantah hal tersebut.
Seperti yang baru-baru ini heboh di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, di mana ada seorang dokter bernama Adiany Adil yang menyebut bahwa pasien COVID itu sebetulnya tidak ada.
Baca Juga :
Dokter yang berstatus Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Enrekang, itu telah mengeluarkan pernyataan dan diposting di media sosialnya, pada Rabu 25 Agustus 2021.
Ia bahkan menyebut kalau belum ada teori yang menyatakan bahwa COVID-19 adalah diagnosis.
“Sejak dahulu hingga detik ini para dokter termasuk saya tidak pernah tegakkan diagnosis Covid-19,” bebernya dikutip dari SuaraSulsel id, Jumat (3/9).
“Bahwa dalam teori dan praktek kedokteran. tidak pernah ada diagnosis Covid-19. Dan olehnya itu, pasien Covid-19 itu tidak pernah ada,” kata Adiany Adil.
Meski begitu, kata Adiany Adil, dirinya juga tetap percaya bahwa memang ada virus.
Karenanya, lanjut dia, virus sudah ada sejak dahulu kala dan menjadi teman manusia.
Bahkan keberadaan virus memberi manfaat bagi manusia. Mengurangi kolonisasi bakteri.
“Kita terburu-buru menyebut virus corona penyakit. Padahal belum ada rujukannya,” tegasnya. Adiany Adil.
Dia mengaku, karena banyak dokter yang mendiagnosa Covid-19.
Sehingga diagnosa yang umum dilakukan seperti ISPA ditinggalkan. (Alam)




Komentar