JAKARTA – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan genetik florikultura terbesar di dunia.
Hal ini karena didukung dengan iklim tropis. Sehingga menurut SYL, negeri ini mampu menghasilkan bunga tropis yang indah dan diminati oleh dunia internasional.
“Indonesia memiliki kekayaan genetik Florikultura (tanaman hias) terbesar di dunia. Dengan iklim tropis yang mendukung, kita bisa menghasilkan bunga tropis yang indah dan diminati oleh dunia,” kata SYL dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/9).
Baca Juga :
Apalagi, tepat pada hari ini SYL melepas benih awal genetik florikultura sebesar 50 ribu dari Badan Penelitian Tanaman Hias (Balithi).
“Hari ini dengan bangga saya lepas benih awal sebanyak 50 ribu yang dihasilkan oleh Badan Penelitian Tanaman Hias (Balithi),” ungkapnya.
Bahkan, SYL menyebut bahwa ini akan terus bertambah hingga 1 juta benih yang tersebar ke petani dan penangkar.
“Dari sini akan mampu diperbanyak hingga 1 juta benih yang tersebar ke beberapa petani dan penangkar,” terangnya.
SYL mendukung pengembangan potensi florikultura ini, terutama dengan inovasi secara berkelanjutan.
“Kita bisa tingkatkan kapasitas produksi dan produktivitas, sehingga dapat memacu pertumbuhan produksi dan peningkatan daya saing,” tuturnya.
Ke depan, SYL akan terobos pasar dan menyiapkan pengembangan lainnya, “Kementerian Pertanian akan jalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik dari start up, eksportir, dan juga duta milenial pertanian,” pungkasnya.
Ia berharap agar semoga negeri menjadi sorotan dunia dalam hal florikultura, “Semoga Indonesia bisa menjadi titik tolak florikultura di dunia,” tutupnya. (Alam)



Komentar