Buntut Hilangnya Dana Nasabah Rp45 M, Pemuda Makassar Akan Duduki Kantor Cabang BNI di Makassar

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Minggu, 12 September 2021 12:55

Aliansi Masyarakat dan Pemuda Makasaar, terdiri dari berbagai kelompok organisasi di Kota Makassar. Arul (tengah).
Aliansi Masyarakat dan Pemuda Makasaar, terdiri dari berbagai kelompok organisasi di Kota Makassar. Arul (tengah).

MAKASSAR – Aliansi Masyarakat dan Pemuda Makassar, Arul, mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN RI) Erick Thohir agar turun tangan menindaklanjuti adanya indikasi kejahatan perbankan di Bank Negara Indonesia (BNI) Kota Makassar.

Peristiwa semacam ini dilaporkan bukan pertama kalinya terjadi di Kota Makassar. Bahkan, kali ini diduga terjadi di beberapa cabang BNI yaitu Cabang Makassar, Cabang Mattoanging, Cabang Pettarani, dan KK Sam Ratulangi.

“Kami sangat menyayangkan BNI yang diindikasikan telah melakukan kejahatan perbankan ini,” tegas Arul dari Aliansi Masyarakat dan Pemuda Makassar saat diwawancarai di bilangan Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (11/9).

Arul menambahkan bahwa telah dilaporkan dana nasabah hilang di Bank BNI Makassar sebesar Rp 45 miliar milik pengusaha asal Sulawesi Selatan bernama Andi Idris Manggabarani, pada sekitar bulan Februari 2021 lalu.

Oleh karena itu, lanjut Arul, pihaknya akan menggugat hal tersebut dengan cara-cara unjuk rasa, “Insya Allah, beberapa hari kedepan kami akan duduki cabang-cabang BNI yang ada di Kota Makassar,” tegasnya. 

Kejadian serupa

Seperti yang dialami oleh nasabah BNI lainnya yaitu Hendrik dan 

Heng Pao Tek yang menggugat Bank BNI di Pengadilan Negeri Kota Makassar dengan dugaan penggelapan dana dengan kerugian Rp 20,1 Miliar. 

Selain itu, Nasabah Bank BNI Makassar lainnya yang menjadi korban dialami oleh pasangan suami istri Rocky dan Annawaty dengan kerugian kurang lebih Rp 50 miliar. 

“Seharusnya sebagai bank terpercaya milik pemerintah, Bank BNI memberikan contoh yang baik pada bank-bank lain terkait penyelesaian kasus penggelapan dana nasabah yang terjadi di manajemennya,” terang Arul.

BNI Harus Bertanggung Jawab

Sampai sekarang, kata Arul, BNI terkesan lamban dalam menyelesaikan masalah tersebut, bahkan BNI tidak meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh manajemennya.

Menurutnya, sesuai dengan fakta hasil temuan penyidik kepolisian, maka selayaknya BNI menyelesaikan secara internal masalah manajemennya dan tidak menyalahkan oknum untuk menutup-nutupi kesalahan yang sudah terbukti pada temuan penyidik.

“Hak-hak nasabah harus dipenuhi dan BNI harus bertanggung jawab atas masalah ini. Oleh itu, kami akan melakukan menggugat dengan cara aksi massa, dan meminta Menteri BUMN memperhatikan dan melihat kejahatan perbankan di Kota Makassar,” tuturnya. (Alam) 


 Komentar

Berita Terbaru
News18 September 2021 15:49
33 Tahun Pengabdian, Alumni Akabri 89 Gelar Baksos dan Vaksinasi Masyarakat KBN Untia Makassar
Trotoar.id, Makassar -- Di Momen Istimewa 33 Tahun pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menyambut peringatan HUT ke-76 TNI. ...
Daerah18 September 2021 15:21
Perkuat Sinergitas Stakeholder, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Gelar Pelatihan UMKM
Trotoar.id, Belopa -- Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (DKUP) Kabupaten Luwu menggelar Pelatihan UMKM dengan mengangkat tema "Sinergitas Stakehol...
Metro18 September 2021 15:13
HUT Ke-76 PMI, 400 Orang Divaksin Hari Pertama Program Serbuan Vaksin Pemuda
Trotoar.id, Luwu Utara --- Sebanyak 400 orang divaksin COVID-19 pada program Serbuan Vaksin Pemuda dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Palang M...