Trotoar.id, Makassar — Rapat kerja Komisi D bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTRI) provinsi Sulawesi selatan menemukan kejanggalan pada pelaporan penggunaan anggaran yang dilakukan dinas yang dulu dipimpin Prof.Rudy Djamaluddin
Kejanggalan yang ditemukan, Wakil Rakyat yang berada di komisi yang membidangi pembangunan, adanya anggaran Rp125 miliar Miliar yang disusupi masuk dalam DPA
Sementara dalam penetapan APBD Pokok 2021, DPRD Dan Pemprov Sulsel mengesahkan anggaran belanja program dinas PUTR sebesar Rp 505 miliar, namun dalam pelaporan penggunaan anggaran yang dilaporkan sebesar Rp 682 Miliar
“Kaki menemukan ada anggaran Rp125 miliar lebih yang tidak disepakati di Pembahasan pokok, menyelinap masuk dalam DPA tahun 2021 ini ada apa, ” Kata Fadriaty AS wakil ketua Komisi E dari Fraksi PD.
Menurutnya, anggaran yang diselipkan masuk dalam DPA tersebut tidak pernah dibahas, bahkan penambahan anggaran tersebut baru diketahui saat Komisi D menggelar rao at pembahasan APBD-P 2021.
Parahnya lagi saat rapat bersama, yang digelar di gedung tower lantai enam DPRD Sulsel, Dinas PUTR bisa menjelaskan apa saja yang dibiayai anggaran siluman tersebut.
“Kita baru tau setelah kami rapat pembahasan APBD P tahun 2021, saat ditanya program apa yang dibiayai anggaran itu, dinas PUTR tidak memiliki data, sehingga kami melakukan skorsing rapat hingga hingga besok,” Katanya.
Jadi dia berharap pemerintah tidak serta merta menyelipkan anggaran yang tidak disepakati dalam pembahasan, olehnya itu dia berharap agar Dinas PUTR bisa menjelaskan secara rasional, sebab pihaknya juga akan meninjau langsung program yang dibiayai melalui anggaran tersebut
Dimana Dinas PUTR saat dipimpin Program Rudy Djamaluddin pada tahun 2020 juga ditemukan sejumlah anggaran yang nilainya hingga Ratusan Miliar.
Anggaran tersebut akan digunakan membiayai sejumlah proyek di Sulsel, namun proyek tersebut dan anggaran tidak pernah sama sekali dibahas dalam rapat bersama dengan DPRD Sulsel.
Dan pada tahun 2021 kini muncul kembali hal serupa sehingga peristiwa dana siluman masuk dalam kegiatan PUTR terjadi sebanyak dua kali




Komentar