Pegawai Kontrak Curi Barang-barang di Balai Kota Makassar Buat Modal Nikah, Tapi Sial karena Bakal Penjara di Atas 9 Tahun

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Jumat, 17 September 2021 00:50

Saat Kasat Reskrim Polrestabes Makassar menggelar konferensi pers terkait penangkapan dua oknum pegawai kontrak Pemkot Makasaar yang curi barang-barang di Balai Kota, Kamis (16/9).
Saat Kasat Reskrim Polrestabes Makassar menggelar konferensi pers terkait penangkapan dua oknum pegawai kontrak Pemkot Makasaar yang curi barang-barang di Balai Kota, Kamis (16/9).

MAKASSAR – Alasan para para pelaku pencurian di Balai Kota Makassar bikin geger, pasalnya mereka mengaku bahwa niatnya cari modal buat menikah.

Kedua pelakunya juga dibongkar bahwa ternyata mereka adalah pegawai kontrak di lingkup Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Keduanya berinisial FAM (23 tahun) dan RDN (39 tahun),” beber Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman di Mapolrestabes Makassar, Kamis (16/9/2021).

Mereka beraksi di lantai 4 dan 7 gedung Balai Kota Makassar. Bahkan keduanya telah lama beraksi mulai dari bulan Maret hingga September 2021.

“Mereka sudah bekerja selama 9 tahun dan 2 tahun,” kata Kompol Jamal.

Kedua pelaku tutur Jamal ditangkap di beberapa tempat di Makassar, pada tanggal 15 September 2021, kemarin. Penangkapan itu, berdasarkan hasil penyelidikan Tim Jatanras Polrestabes Makassar di lokasi kejadian.

“Hasil penyelidikan itu kecurigaan orang dalam, karena tidak ada kerusakan. Pelaku ini sudah lama bekerja di Balai Kota Makassar sehingga mengetahui kondisi setiap tempat,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan para pelaku kata Jamal bahwa mereka beraksi saat kondisi kantor atau ruangan dalam keadaan sepi. Kemudian mereka mengambil barang milik Dinas Keluarga Berencana (KB) dan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) secara leluasa.

“Untuk pelaku beraksi pada saat jam libur. Sementara mengenai CCTV memang ada, tapi terkendala,” ungkapnya.

Dari tangan pelaku mengamankan barang bukti berupa printer, laptop, gelas dan beberapa cindera mata. Sedangkan kata Jamal barang bukti dengan harga yang mahal itu telah dijual oleh para pelaku.

“Kami masih mencari beberapa barang bukti yang telah dijual oleh para pelaku,” ujarnya.

Kedua pelaku pun akan dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 9 tahun penjara. 

Penulis : M Lutfi


 Komentar

Berita Terbaru
Daerah28 Oktober 2021 11:40
Wabup Suaib Mansur Temui Plt. Kadis PUTR Sulsel, Ini yang Dibahas
Trotoar.id, Makassar -- Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur, menemui Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulawesi Selata...