Anggota Ombudsman Mengaku Ada Penekanan saat Investigasi Terkait TWK, Novel: Itu Kerja Koruptor yang Menyerang Kami

Awal Febri
Awal Febri

Senin, 20 September 2021 23:43

Novel Baswedan.
Novel Baswedan.

JAKARTA – Eks Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan menanggapi adanya indikasi percobaan intervensi pada anggota Ombudsman RI saat melakukan investigasi terkait Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Novel menyebut bahwa ini sungguh kelewatan. Pasalnya, seorang anggota Ombudsman yang sedang menjalankan tugasnya justru mendapat penekanan.

Penekanan tersebut dimaknai oleh Novel sebagai ancaman. Bahkan, kata Novel, hakim Mahkamah Agung juga mendapatkan tekanan.

Sehingga, menurutnya ada kekuatan besar di balik semua ini untuk menyingkirkan pegawai KPK yaitu dengan menggunakan alat TWK.

Baca Juga  Penyidik KPK sita Uang Puluhan Miliar di Rumdis SYL

Novel juga menerangkan bahwa sepertinya masih banyak pihak yang belum mengerti persoalan ini bagaimana sulitnya bekerja memberantas koruptor. 

Sebab, kata dia, para koruptor tidaklah bersifat diam akan tetapi terus bergerak mencari cara untuk menyelamatkan diri, bahkan tak jarang menyerang balik yaitu dengan cara-cara seperti TWK dan penekanan lainnya.

Baca Juga  Peneliti Minta Komjen Pol Firli Bahuri Tinggalkan Kursi Ketua KPK

“Berani ya, pejabat Ombudsman RI saja ditekan/diancam.

Katanya Hakim MA pun jg ditekan.

Jelas ada kekuatan besar utk singkirkan pegawai KPK dgn alat TWK. Brgkl banyak yg belum paham, itulah kerja koruptor yg menyerang kami selama ini,” cuitan Novel Baswedan di twitternya, Senin (20/9).

Sebelumnya, Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng mengatakan intervensi itu mulai dari sekedar pendekatan, hingga tekanan.

Baca Juga  631 Pasien Sembuh dari Virus Corona

“Dari hal yang paling sederhana melakukan pendekatan, sampai pada sesuatu yang bersifat tekanan dan sebagainya,” kata Robert, dikutip dari tempo.co.

Adanya tekanan itu, kata dia, menyadarkannya bahwa TWK bukan hanya sekadar masalah kepegawaian semata.

Akan tetapi, ini bersifat struktural hingga menyangkut pihak-pihak dengan pengaruh politik yang besar menyingkirkan beberapa pegawai KPK yang memiliki integritas tinggi. (ltf)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 15:18
HUT ke-419 Makassar, Diskominfo Siapkan Dua Award untuk Perkuat Komunikasi dan Layanan Publik
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan dua ajang penghargaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makass...
Politik05 November 2026 15:05
Aktivis FRAKSI Sebut Isu Dasco Jadi Cawapres sebagai Pengalihan Isu, Minta Kasus Penyadapan Diusut Tuntas
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Munculnya isu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bakal menjadi calon wakil presiden menuai sorotan di tengah mencuatnya kas...
Metro05 November 2026 11:14
HUT ke-419 Makassar, Pasar Murah Tawarkan Paket Sembako Rp63 Ribu di Lima Kecamatan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menghadirkan program pasar murah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-...