Mabes Polri Kirim Tim Ke Luwu Timur, Andi Rio: Polri Serius Tangani Kasus Tersebut

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Minggu, 10 Oktober 2021 23:06

Komisi III DPR RI Fraksi Golkar, Andi Rio Idris Padjalangi. | Foto: Pribadi
Komisi III DPR RI Fraksi Golkar, Andi Rio Idris Padjalangi. | Foto: Pribadi

Trotoar.id, Makassar — Mabes Polri akhirnya memberi atensi terhadap kasus dugaan tindak pidana dugaan pemerkosaan anak kandung oleh ayahnya di kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan

Keseriusan Mabes polri ditunjukkan dengan menurunkan tim untuk melakukan penyidikan atas kasus yang menghebohkan belakangan ini.

“Sudah ada tim diturunkan langsung ke Luwu Timur, Sulawesi Selatan, ini merupakan atensi dan keseriusan mabes polri untuk menuntaskan kasus tersebut, ” Ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono 

Tim yang turun ke polres Luwu Timur nantinya akan melakukan audit penyidikan yang dilakukan penyidik polres Luwu Timur.

Hingga kata Rusdi selain audit penyelidikan Mabes polri juga melakukan pendampingan dan arahan jika mana kasus dugaan pemerkosaan tersebut kembali dibuka.

Hingga dikatakan Polri juga menunggu informasi dan bukti-bukti terhadap asus yang menyeret seorang oknum ASN di kabupaten Luwu Timur. 

Atensi yang dilakukan mabes polri mendapat respon positif dari anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi, dia mengatakan langkah yang dilakukan Mabes hal yang tepat agar semua persoalan terjawab dengan seterang-terangnya.

“Apa yang dilakukan Mabes polri langkah yang tepat biar publik tahun Persis persoalan yang terjadi di sana, dan kalaupun kasusnya dibuka kembali kami harapan polri melakukan dengan transparan,” Ungkapannya saat ditemui di Makassar 

Dia juga yakin jika tim yang diturunkan Mabes polri akan bekerja profesional dan dia yakin jika ada yang salah semua akan terbongkar

Diketahui kasus dugaan pemerkosaan tiga orang anak yang diduga dilakukan ayah kandungnya sendiri di Luwu timur terungkap  setelah Project Multatuli mempublikasikan hasil

reportasenya yang dilakukan pada Rabu (6/10/2021), Reportase menceritakan tentang keluh seorang ibu bernama Lydia (nama Samaran)

Yang melaporkan kasus tersebut ke polres Luwu Timur pada tahun-tahun 2019, namun polisi setempat (Polres Luwu Timur) menghentikan penyidikan karena tidak menemukan alat bukti yang mengarah terhadap tuduhan yang disampaikan Lydia 

Penulis : Upi


 Komentar