Belajar Dari Cara PDAM Bulukumba Meningkatkan Kepatuhan Masyarakat Bayar Iuran Air

Fadli
Fadli

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:31

Belajar Dari Cara PDAM Bulukumba Meningkatkan Kepatuhan Masyarakat Bayar Iuran Air

BULUKUMBA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bulukumba punya cara tersendiri agar para pelanggannya tidak menunggak pembayaran iuran airnya. Agar patuh membayar iuran, PDAM memberi reward berupa undian hadiah bagi pelanggan yang pembayaran iurannya tidak menunggak 4 bulan berturut-turut.

Pemberian hadiah yang dikemas dalam bentuk kegiatan Gebyar Undian Hadiah PDAM merupakan pertama kalinya dilakukan sejak PDAM Bulukumba berdiri 35 tahun yang lalu.

Direktur PDAM Andi Nurjaya menuturkan bahwa sebelumnya pihaknya telah menjanjikan kepada para pelanggan jika pembayarannya tidak menunggak selama 4 bulan maka pelanggan menerima reward berupa undian hadiah.

“Pengundian hadiah seperti ini akan terus kami lakukan agar pelanggan tergerak memenuhi kewajiban membayar iurannya,” kata Andi Nurjaya pada acara Gebyar Hadiah PDAM yang dilaksanakan di tempat wisata alam Telaga Biru Kelurahan Benjala Kecamatan Bontobahari.

Dikatakan, dari 8 ribu pelanggan, yang terjaring mendapat undian hadiah sebanyak 1905 pelanggan. Sebagai bentuk komitmennya, ke depan pihak PDAM berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat kota minimal 80 persen dan 60 persen masyarakat desa menikmati air bersih dari layanan. Olehnya itu ia meminta dukungan dari masyarakat dengan cara tidak terlambat membayar iuran airnya.

“Target kami, tahun 2024 seluruh desa kelurahan di Bulukumba sudah menikmati layanan PDAM,” terang Nurjaya

Wakil Bupati Edy Manaf, memuji terobosan yang dilakukan oleh PDAM Bulukumba, paling tidak saat ini PDAM telah memperlihatkan wajah baru dan harapan seperti yang dibutuhkan masyarakat.

Awalnya, A Edy Manaf mengaku sempat meragukan kemampuan Direktur baru PDAM Andi Nurjaya untuk bisa mengatasi berbagai persoalan akut di tubuh PDAM Bulukumba, sehingga  membingungkan dari mana harus memulai untuk mengatasi masalah PDAM, mulai dari utang gaji pegawai, kebocoran pipa, dan manajemen yang tidak tertib.

“Jika diibaratkan penyakit, PDAM ini sudah stadium empat,” beber Edy Manaf

Kegiatan tersebut membuktikan, bahwa PDAM kedepan bisa lebih baik. Paling tidak, tambah Edy Manaf, PDAM sudah menunjukkan progres yang lebih baik, misalnya saat ini pegawainya sudah rutin menerima gajinya yang selama ini kadang 3 sampai 4 bulan tidak menerima gaji. Begitu juga dari sisi pembayaran listrik, PDAM Bulukumba sudah tidak lagi menerima subsidi pembayaran listrik dari pemerintah daerah.

Dalam memperbaiki kembali kinerja PDAM, Edy Manaf berharap masyarakat atau pelanggan memberikan dukungan timbal balik jika hak-haknya berupa layanan air minum telah dipenuhi dengan membangun kesadaran untuk membayar iuran airnya.

“Bagaimana pun juga, dana tersebut akan diperuntukkan kembali untuk perbaikan layanan PDAM dan pengembangan jaringan PDAM sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati layanan air minum dari PDAM,” kunci Edy Manaf.

Berbagai hadiah hiburan dan hadiah utama dibagi pada acara tersebut. Yang berhasil mendapatkan hadiah utama yaitu Achmad Muslimin 1 unit kulkas,  Andi Anwar 1 unit mesin cuci, dan Juhara mendapat hadiah sebuah smartphone.

Turut hadir, Kepala Dinas Kominfo HM Daud Kahal, Camat Bonto Bahari, Andi Syamsir Patunru, dan sejumlah tokoh masyarakat. (*)

Penulis : Addi/al


 Komentar