Kampanye Germas, Bupati Minta Masyarakat tidak Dijadikan Objek, tapi sebagai Subjek

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 16 Oktober 2021 16:52

Kampanye Germas, Bupati Minta Masyarakat tidak Dijadikan Objek, tapi sebagai Subjek

Kampanye Germas, Bupati Minta Masyarakat tidak Dijadikan Objek, tapi sebagai Subjek

Germas sendiri adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) tanggal 15 Oktober 2021.

Bupati Luwu Utara dalam sambutannya menegaskan, kegiatan kampanye Germas jangan hanya dijadikan sekadar kegiatan seremonial belaka. Apalagi di masa pandemi ini sudah masuk tahun kedua. Salah satu yang disebutkan dalam kampanye Germas adalah cuci tangan pakai sabun. Itu juga menjadi salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Baca Juga  Pimpin Rakor TKPKD, Ini Strategi Pengentasan Kemiskinan Wabup Suaib Mansur

“Jadi, jangan terjebak dalam kegiatan seremonial. Jadikan momentum ini untuk mengevaluasi upaya-upaya yang telah kita lajukan selama ini dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” ujarnya. Bicara kerangka konsep Germas, Indah menyebutkan bahwa dalam konsep Germas ada juga upaya promotif dan preventif.

“Germas ini harusnya, kalau sudah menjadi kebiasaan masyarakat, seharusnya tidak usah lagi mengalokasikan anggaran untuk kegiatan-kegiatan seperti ini karena hidup sehat sudah menjadi kesadaran masyarakat itu sendiri,” kata dia. Dia mengatakan, upaya promotif dan preventif ini juga terkait dengan regulasi.

Baca Juga  Rakerda TP-PKK, Indah Minta Kerja Maksimal

“Nah inilah yang mesti kita evaluasi secara terus menerus. Selain Germas, pemerintah juga sudah me-launching Gerakan Masyarakat Gemar Ikan atau Gemarikan, gerakan makan buah dan sayur, serta pangan sehat,” sebut dia. “Jangan berpikir ini hanya tugasnya Dinas Kesehatan, tapi ini sudah menjadi tugas kita semua,” ujarnya menambahkan. Untuk itu, ia menegaskan, semua kegiatan yang sifatnya gerakan tak dijadikan sebagai kegiatan seremonial

“Namanya gerakan, ya harus masif kita lakukan,” tegas dia. Bupati Luwu Utara dua periode ini berharap gerakan ini berada pada growth zone atau berada pada zona yang terus tumbuh. Ia berpesan kepada seluruh Perangkat Daerah agar dalam pelaksanaan kegiatan, pendekatannya bukan sekadar pada program, tidak melulu menjadikan warga sebagai objek, tapi subjek.

Baca Juga  Bupati Luwu Utara Menerima Tim Evaluasi dari Ombudsman RI di Rumah Jabatannya Selasa 23/08/2022.

“Yang seharusnya kita lakukan adalah menjadikan masyarakat itu sebagai subjek atau pelibatan pada program agar masyarakat juga ikut memiliki rasa tanggung jawab pada setiap program yang kita laksanakan,” jelasnya. “Jangan bekerja biasa-biasa saja, saat ini kita dalam kondisi yang tidak biasa-biasa saja, maka diperlukan kerja yang luar biasa,” tutup Indah. (Lp/LH)

Penulis : LH

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah22 Oktober 2026 16:51
Viral Bayi Nakla, Pemkab Bulukumba Pastikan Perhatian dan Pendampingan bagi Keluarga
BULUKUMBA, Trotoar.id — Kondisi bayi Nakla yang tengah menjalani perawatan medis setelah mengalami sakit dan viral di media sosial mendapat perhatia...
News16 Oktober 2021 16:52
Kampanye Germas, Bupati Minta Masyarakat tidak Dijadikan Objek, tapi sebagai Subjek
MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan berbuah penghargaan. Kota Makassar ...
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemuka. DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (...
Metro21 Oktober 2026 22:17
Tekan Tawuran, Appi Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
MAKASSAR, Trotoar.id — Maraknya tawuran antarkelompok di Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan di tingkat w...