GOWA – Di tengah lonjakan harga minyak dunia muncul usulan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax Rp1.500 per liter.
Corsec Subholding Commercial And Trading Pertamina Irto Ginting mengaku, tingginya harga minyak memberi tekanan besar beban pokok produksi BBM yang berimbas pada profitabilitas Pertamina.
Hal itu ditanggapi oleh Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Gowa Suardi.
Baca Juga :
Ia berpendapat bahwa pemerintah harus mencari solusi alternatif dengan tidak menaikkan BBM.
“Agar tujuan menjaga kelestarian lingkungan tercapai tapi beban hidup masyarakat tidak bertambah,” terangnya, Kamis (4/11).
Pihaknya berharap, pemerintah tidak menaikkan harga BBM karena menurutnya itu sangat memberatkan rakyat apalagi masih terdampak pandemi covid-19.
“Rakyat sekarang semakin sulit dan akan semakin kesusahan jika BBM dinaikkan, pemerintah harus pro terhadap rakyat,” ungkapnya.
Suardi berpendapat bahwa BUMN sebaiknya tidak berbisnis dengan meraup untung besar di tengah penderitaan rakyat.
“BUMN jangan berbisnis dengan rakyat,” tutupnya (*)




Komentar